Breaking News:

Petugas Gabungan Grebek Tempat Ikan Giling Berformalin, Sudah Beredar di Masyarakat Palembang

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol

MELISA
Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra (tengah) bersama tim gabungan dari BPOM, Balai Karantina Ikan dan Dinas Perikanan saat pres rilis terkait temuan ikan giling berformalin sebanyak 8,3 ton di pasar Induk Jakabaring 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi dan Kanit Pidsus Polrestabes Palembang, AKP Iwan Gunawan mengatakan hasil temuan ikan giling berformalin sebanyak 8,3 ton ini sudah beredar di masyarakat.

“Ikan giling merk Isti yang kami temukan bersama tim gabungan dari Balai POM Palembang, Balai Karantina Ikan Kelas I SMB II Palembang dan Dinas Perikanan Palembang ini sudah beredar di masyarakat dan dari temuan ini akan kami kembangkan dan selidiki dari mana asal merk Isti ini,” ujarnya Irvan.

Irvan mengatakan bahwa ikan giling Merk Isti ini sudah beredar di masyarakat dan sudah di produksi selama satu tahun terakhir ini.

“Dan untuk penjualannya ikan giling merk Isti ini didistribusikan se-Kota Palembang sehingga kami berhasil mengetahui distributornya,” ujarnya.

Kronologis awal penemuan tempat ikan giling di pasar Induk Jakabaring ini pada 27 April 2021 lalu sekira pukul 23.00 di pasar Induk Jakabaring kelurahan 15 Ulu Palembang.

Penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang bersama Balai Karantina Ikan Kelas I SMB II Palembang dan Dinas Perikanan Palembang dalam operasi gabungan menemukan di TKP ikan giling merk Isti yang diduga mengandung bahan berbahaya berupa formalin.

“Setelah dilakukan penyelidikan ikan giling merk Isti dipasarkan oleh agen di pasar Induk Jakabaring Palembang kemudian setelah diambil sampel dari agen ikan giling merk Isti dan diuji lab di BPOM dan Balai Karantina Ikan ditemukan pada ikan giling tersebut bahan berbahaya berupa formalin,” jelasnya.

Untuk saat ini kasus masih dalam pengembangan agar bisa mengungkap hingga ke akarnya terkait peredaran ikan giling berformalin.

Berita sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Palembang unit Pidana Khusus (Pidsus) bekerjasama dengan Balai POM Palembang dan Balai Karantina Ikan Kelas I SMB II Palembang serta Dinas Perikanan Palembang berhasil mengungkap penemuan ikan kakap giling mengandung formalin, malam ini di Pasar Induk Jakabaring.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi dan Kanit Pidsus Polrestabes, AKP Iwan Gunawan mengatakan berhasil menemukan satu merk ikan giling di pasar Induk Jakabaring, kelurahan 15 Ulu Palembang.

“Yaitu merk Isti yang melebihi bahan pengawet dalam bentuk formalin, yang berhasil kami sita adalah 8,3 ton ikan giling merk Isti yang ada di pasar Induk Jakabaring,” kata Irvan, Jumat (30/4/2021) malam.

Irvan menjelaskan apabila kadar penggunaan jenis tertentu formalin melebihi 0,01 persen ini sudah termasuk ke dalam kadar makanan yang sudah melebihi batas toleransi sehingga ini makanan tersebut dianggap tidak layak untuk dikonsumsi. (Elm)

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved