Breaking News:

Ramadhan 1442 Hijriah

Tata Cara Itikaf yang Benar Agar Mendapat Malam Lailatul Qadar Menurut Ustadz Khalid Basalamah

I’tikaf sebagai salah satu amalan sunah di bulan suci Ramadan, memiliki banyak sekali keutamaan. Apalagi jika dilakukan dengan khusyuk untuk beribada

Tribunsumsel.com/youtube
Tata Cara Itikaf Yang Benar Agar Mendapat Malam Lailatul Qadar Menurut Ustadz Khalid Basalamah 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tata Cara I’tikaf Yang Benar Agar Mendapat Malam Lailatul Qadar Menurut Ustadz Khalid Basalamah.

I’tikaf sebagai salah satu amalan sunah di bulan suci Ramadan, memiliki banyak sekali keutamaan.

Apalagi jika dilakukan dengan khusyuk untuk beribadah dan berdoa kepada Allah SWT tanpa gangguan apapun, tentunya bisa membuat umat islam semakin dekat dengan Allah SWT.

Keutamaan i’tikaf di bulan Ramadan salah satunya untuk mendapatkan malam lailatul qadar.

Dengan berbagai berkah yang didapatkan dari malam lailatul qadar, tentunya setiap umat islam sangat mengharapkannya

Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf dimasjid setiap 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah SWT memanggil beliau.

Hal ini terdapat dalam hadist shahih sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rasulullah bersabda : “Masjid adalah rumah bagi setiap orang yang bertaqwa, dan Allah akan menjamin bagi orang yang menjadikan masjid sebagai rumahnya dengan memberinya kasih sayang, rahmat atau karunia dan keberhasilan melewati keridhoan Allah sampai ke surganya.” (HR.Tabrani)

Perempuan boleh melakukan i’tikaf dimasjid dengan syarat harus izin kepada walinya.

Baca juga: Tanda - Tanda Malam Lailatul Qadar, Pahalanya Setara Dengan 1000 Bulan, Ramadhan 1442 Hijriah

Namun jika suami istri melakukan i’tikaf, pastikan jika masjid tersebut memiliki hijab atau tidak ada ikhtilath dengan laki-laki.

Tapi yang paling penting dan paling ditekankan itikaf adalah untuk kaum laki-laki.

Pada 10 hari terakhir Ramadhan, muslim yang melakukan I’tikaf harus betul-betul beribadah kepada Allah SWT dan memaksimalkan ibadahnya pada waktu itu.

I’tikaf ini paling afdol dikerjakan pada awal malam di 10 akhir Ramadhan dan keluar setelah sholat idul fitri.

Selepas Ashar ia pergi ke masjid, kemudian mengikat diri dan pulang pada keesokan harinya setelah Sholat Eid.

Setelah subuh, ia mandi, kemudian mengerjakan sholat Eid baru pulang. Hal inilah yang paling afdol dalam melakukan i’tikaf.

Dalam melakukan i’tikaf, dianjurkan untuk tidak melakukan hal-hal kecuali yang sangat darurat.

Apalagi jika terdapat ibadah yang lebih afdol untuk dilakukan selain i’tikaf, termasuk juga bagi yang telah menikah.

Jika istrinya menjenguk ke masjid, maka boleh diantar pulang sebagaimana nabi Muhamamd SAW mengantar pulang shofia saat dia mendatangi beliau yang tengah melakukan i’tikaf didalam masjid.

Jika ada orang yang keluar secara sengaja saat melakukan i’tikaf tanpa udzur, maka i’tikaf yang dilakukannya batal dan harus memulainya dari awal.

Jika betul-betul tidak bisa, maka pilih hari-hari dimana muslim bisa melakukan i’tikaf namun paling tidak lakukan i’tikaf pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.

Malam ganjil itu pada malam 21, 23, 25, 27, dan 29. Muslim yang melakukan I’tikaf pergi ke masjid setelah adzan Ashar berkumandang,

ia sholat Ashar dimasjid kemudian ikut mengurus buka puasa, setelah itu menginap hingga pagi hari.

Paginya jika bukan hari libur, maka dipersilahkan untuk berangkat bekerja. Mencari rezeki juga hukumnya wajib.

Namun jangan luput, karena i’tikaf hanya dilakukan saat malam hari dan pada saat I’tikaf muslim diperkenankan untuk tidur atau istirahat.

Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan kepada umatnya “Wahai pelaku kebaikan, lekaslah lakukan ibadah (pada 10 hari terakhir dibulan Ramadhan) karena didalamnya terdapat pahala yang dilipatgandakan.

Pintu-pintu surga terbuka, sedikit saja kau berbuat sudah bisa masuk surga. Wahai pelaku keburukan, berhentilah segera.

Neraka sedang ditutup, maka bertaubatlah. Dan sesungguhnya pada malam-malam ramadhan, terdapat hamba-hamba Allah yang dibebaskan dari api neraka.

Artinya, selamanya nama hamba tersebut tidak ada di neraka dan hal itu hanya terjadi di bulan ramadhan.”

Selain hadist diatas, terdapat hadist mulia lain yang Nabi SAW mengatakan “Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina, hidup seseorang yang ditempelkan dengan tanah.”

Kemudian para sahabat menjawab, “siapa yang anda maksudkan ya rasulullah?”

Nabi pun menjawab, “Orang yang berhasil Allah SWT sampaikan di bulan ramadhan, kemudian ramadhan itu pergi, sementara dia belum diampuni dosanya.”

Baca juga: Caption Malam Lailatul Qadar Menyentuh Hati, Malam 1000 Bulan Penuh Kemuliaan Ramadhan 1442 Hijriah

Baca juga: Kumpulan Ceramah (Kultum) Tentang Malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1442 H/2021, Singkat dan Jelas

Video ceramah Ustadz Khalid Basalamah mengenai Tata Cara I’tikaf Yang Benar Agar Mendapat Malam Lailatul Qadar:

Itulah Tata Cara I’tikaf Yang Benar Agar Mendapat Malam Lailatul Qadar Menurut Ustadz Khalid Basalamah.

Penulis: Anggraini Munanda Effani
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved