Breaking News:

Tiga Polda Bahas Penyekatan Jalur Mudik, Polda Sumsel, Polda Lampung dan Polda Banten

Tiga Polda yakni Polda Sumsel bersama Polda Lampung dan Polda Banten, melaksanakan rapat koordinasi untuk melakukan penyekatan

Tribunsumsel.com / Eko Hepronis
Spanduk larangan mudik terpasang di Simpang Tiga Menuju Bandara Silampari Lubuklinggau, Jumat (16/4/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tiga Polda yakni Polda Sumsel bersama Polda Lampung dan Polda Banten, melaksanakan rapat koordinasi untuk melakukan penyekatan jalur-jalur mudik yang ada di wilayah masing-masing. 

Rapat koordinasi penyekatan jalur-jalur mudik ini, dilaksanakan di Polda Lampung. Rapat koordinasi ini, dilaksanakan di Polda Lampung 

Karena Lampung menjadi pintu masuk dan keluar pemudik, baik itu dari Sumsel maupun dari Banten.

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol CF Hotman Sirait menjelaskan, hari ini pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Polda Lampung dan Polda Banteng terkait penyekatan jalur mudik di wilayah masing-masing. 

Koordinasi yang dilakukan secara bersama-sama ini, diharapkan penyekatan antar wilayah perbatasan bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada mis komunikasi.

"Kalau di Sumsel, orang mau ke pulau Jawa pasti melalui Lampung. Begitu pula sebaliknya, dari Jawa pasti mau ke Sumatera pasti melalui Banten. Inilah yang dibahas mengenai penyekatan di perbatasan dan pendirian pos pemantauan," ujar Hotman, Selasa (20/4/2021).

Untuk wilayah Sumsel sendiri, nantinya Ditlantas Polda Sumsel akan mendirikan sejumlah pos pemantau dan penyekat. Pos ini dibangun baik di perbatasan wilayah Sumsel, Tol dan juga jalan alteri atau jalur umum.

Pertama untuk wilayah perbatasan, Polda Sumsel melalui Ditlantas akan membangun pos pemantau dan penyekatan. Selain itu juga, menyiagakan personil gabungan di pos pemantau tersebut selama 24 jam.

"Untuk di tol, juga kami bangun pos pemantauan dan penyekatan. Pos ini dibangun di pintu masuk tol yang ada di perbatasan dan juga di dalam jalur tol. Sehingga, selama 24 jam bisa terus terpantau kendaraan yang akan masuk maupun keluar," jelasnya.

Selain itu, di jalur alteri juga akan dibangun pos pemantau dan penyekatan. Sejumlah titik jalan alteri baik itu jalur lintas timur hingga tengah akan dibangun pos pemantau dan penyekatan. Termasuk, menyiagakan personil gabungan di pos tersebut. 

Hal ini, dilakukan dengan tujuan agar tidak ada pemudik yang berupaya kucing-kucingam dengan petugas di lapangan agar bisa lolos dari pos pemantauan dan penyekatan. 

"Sekarang ini masih dalam rangka Operasi Keselamatan Musi 2021. Selain edukasi terkait keselamatan berlalu lintas, kami juga saat ini fokus terhadap edukasi larangan mudik dari pemerintah. Sehingga, saat waktunya mudik, masyarakat sudah paham bila memang ada larangan mudik," jelas Hotman. 

Dari itulah, Ditlantas Polda Sumsel bersama Polda Lampung dan Polda Banten melakukan rapat koordinasi bersama, terkait penyekatan di wilayah perbatasan masing-masing. 

Terlebih, saat ini Palembang kembali masuk dalam zona merah. Hal ini juga, menjadi perhatian tersendiri dari Ditlantas dan Polda Sumsel untuk fokus dalam menjalankan instruksi pemerintah terkait larangan mudik.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumsel, untuk mematuhi apa yang sudah menjadi instruksi pemerintah terkait larangan mudik. Pemerintah mengeluarkan instruksi ini, pastinya ada hal-hal yang dipertimbangkan saat pendemi sekarang ini. Ini juga demi kebaikan kita bersama," pungkas Hotman. 

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved