Ramai Diziarahi Saat Ramadan, Berikut Adab yang Perlu Diketahui Saat Ziarah ke Makam Ki Marogan

Makam Kiai Marogan, ulama terkenal dari Palembang yang memiliki nama asli Masagus Haji Abdul Hamid bin Masagus Haji Mahmud i

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Prawira Maulana
MELISA
Terlihat beberapa orang berziarah ke makam ulama terkenal Palembang, makam Ki Marogan di Kertapati 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Melisa Wulandari

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Makam Kiai Marogan, ulama terkenal dari Palembang yang memiliki nama asli Masagus Haji Abdul Hamid bin Masagus Haji Mahmud ini selalu ramai dikunjungi oleh peziarah.

Dalam sehari bisa sampai 500 orang di hari Jumat, Minggu sedangkan hari biasa tidak serama dua hari tersebut bisa sekitar 125-200 orang yang sengaja datang untuk ziarah.

Tahukah kalian, sebelum ramai dikunjungi peziarah, komplek makam Ki Marogan yang ada sekitar tahun 1905 (Ki Marogan meninggal sekitar tahun 1901) ini hanya dikunjungi oleh kerabatnya saja.

“Tapi akhirnya ramai peziarah yang datang karena Ki Marogan ini kan ulama yang muridnya banyak sekali. Murid muridnya yang dari Sekayu, OKI, dan lainnya banyak ziarah ke makam beliau,” ujar Bendahara Yayasan Masjid Ki Marogan Palembang, Ismail Effendi, Sabtu (17/4/2021).

Karena saking ramainya, pihak keluarga memutuskan harus ada juru kunci di makam Ki Marogan ini.

“Kata orangtua kami dulu, makam ini gak ada yang menjaga atau menunggu disamping itu banyak peziarah yang datang akhirnya keluarga memutuskan harus ada juru kunci di komplek makam Ki Marogan ini,” jelasnya.

Adanya juru kunci (kuncen) idi makam Ki Marogan ini juga agar tidak ada peziarah yang ketika berziarah ke makam melakukan hal hal syirik.

“Maka dari itu dibuatlah jadwal piket untuk zuriat (keturunan) Ki Marogan agar bisa saling bergantian menjaga makam (Kuncen). Adanya kuncen ini agar tidak ada peziarah yang melakukan hal hal syirik,” katanya.

Tugas kuncen makam Ki Marogan ini sendiri memberitahu kepada peziarah cara yang benar saat berziarah ke makam Ki Marogan.

“Jangan ujuk ujuk langsung ziarah saja tapi harus ambil air wudhu dulu, kemudian salat dulu di masjid  paling tidak salat tahiyatul masjid atau salat dhuha, sesuaikan waktunya saja,” katanya.

Setelah melakukan hal yang disebutkan sebelumnya, sebelum peziarah masuk ke komplek makam Ki Marogan, kuncen atau juri kunci makam Ki Marogan akan memberitahukan adab adab saat berziarah.

“Adab adab berziarah tentunya yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Dan juga makam orang yang soleh seperti Ki Marogan ini ada keberkahan,” ujarnya.

Ismail menambahkan saat berziarah ke makam Ki Marogan agar bertawasul, berdoa minta kepada Allah subhanahu wa ta'ala untuk Ki Marogan dan zuriat zuriatnya.

Di komplek makam Ki Marogan ini tidak hanya ada makam Ki Marogan namun ada juga makam adik kandung Ki Marogan yang biasa disebut Kiai Muda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved