Breaking News:

Ramadhan 2021

Bolehkah Mandi Jubub Setelah Imsak Saat Puasa di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasan Ustaz

Bolehkah Mandi Jubub Setelah Imsak Saat Puasa di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasan Ustaz

Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
Bolehkah Mandi Jubub Setelah Imsak Saat Puasa di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasan Ustaz 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bolehkah mandi junub atau mandi wajib setelah waktu Imsak saat puasa di Bulan Suci Ramadhan?

Pertanyaan mengenai bolehkan mandi junub setelah waktu Imsal kerap muncul oleh sebagian banyak orang.

Aturan Puasa Ramadhan sudah banyak dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dari dalil Al Quran dan Hadist.

Lantas apakah dibolehkan mandi junub setelah Imsak di Bulan Suci Ramadhan? Berikut penjelasannya.

Soal Larangan Mudik Lebaran, Sejumlah Dinas Terkait di Sumsel Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Baca juga: Melihat Aktivitas Ngabuburit Istri Bupati Panca, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah

Dikutip dari video yang berjudul "Tanya Ustaz: Baru Mandi Junub setelah Imsak, Apakah Sah Jalankan Puasa Ramadhan" di kanal Youtube Tribunnews.com yang diunggah pada (22/4/2020).

Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi, menjelaskan tentang bolehkan mandi junub setelah imsak.

Ia mengatakan, umat Islam diperbolehkan berpuasa, meski dalam keadaan junub atau kotor setelah keluar mani atau bersetubuh.

"Enggak apa-apa. Jadi puasa dalam keadaan dia junub itu enggak ada masalah, boleh-boleh saja," Jelasnya

Menurutnya, orang yang akan berpuasa, diperbolehkan mandi junub setelah waktu Subuh.

Sehingga, puasa orang yang baru mandi junub setelah waktu Subuh itu tetap sah.

"Jangankan setelah imsak, setelah Subuh saja tidak ada masalah," ungkapnya.

Wahid Ahmadi menambahkan, orang yang sudah sahur lalu melakukan hubungan badan atau jimak, dia diperbolehkan mandi junub setelah waktu Subuh.

Lalu dia bisa menjalankan salat Subuh dan meneruskan berpuasa Ramadhan.

Baca juga: Buka Puasa Seru Bertiga Cuma Rp 100 Ribuan dengan Pizza Box, Berlaku Akhir Pekan

"Misalnya, seseorang setelah Sahur dia jimak, kemudian tertidur sampai kebablasan Subuh-nya jam 5 misalnya."

"Dia tidak apa-apa, dia mandi dulu kemudian wudu, kemudian salat Subuh. Setelah itu puasa jalan, tidak ada masalah," jelasnya.

Video 

Baca juga: Buka Puasa Seru Bertiga Cuma Rp 100 Ribuan dengan Pizza Box, Berlaku Akhir Pekan

Berikut ini niat dan tata cara mandi wajib, yang kutip dari kediri.muhammadiyah.or.id:

1. Niat

Mulailah dengan niat mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar.

Niat ini membedakan mandi wajib dengan mandi biasa, sebagaimana ia membedakan ibadah dengan adat atau kebiasaan.

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Semua amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Membersihkan kedua telapak tangan

Menyiram atau membasuh tangan kiri dengan tangan kanan dan sebaliknya, menyiram atau membasuh tangan kanan dengan tangan kiri. Diulangi tiga kali.

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَبَدَأَ فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا

“Dari Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mandi karena junub, maka beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya tiga kali...” (HR. Muslim)

3. Mencuci kemaluan

Mencuci dan membersihkannya dari mani dan kotoran yang ada padanya serta sekitarnya.

4. Berwudhu

Berwudhu sebagaimana ketika hendak shalat.

5. Membasuh rambut dan menyela pangkal kepala

Dengan cara memasukkan kedua tangan ke air, lalu menggosokkannya ke kulit kepala, dan kemudian menyiram kepala tiga kali.

6. Menyiram dan membersihkan seluruh anggota tubuh

Pastikan seluruh anggota tubuh tersiram air dan dibersihkan, termasuk bagian-bagian yang tersembunyi atau lipatan seperti ketiak dan sela jari kaki.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved