Breaking News:

Melihat Aktivitas Ngabuburit Istri Bupati Panca, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah

Banyak cara yang dapat dilakukan saat ngabuburit atau menunggu azan Magrib untuk berbuka puasa di bulan Ramadan.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana
IST
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ogan Ilir, Mikhailia Tikha Alamsjah bersama Fauziah Mawardi saat memanen jagung. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Banyak cara yang dapat dilakukan saat ngabuburit atau menunggu azan Magrib untuk berbuka puasa di bulan Ramadan.

Seperti yang dilakukan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ogan Ilir, Siti Khadijah Mikhailia Khairunisa Alamsjah atau Mikhailia Tikha Alamsjah atau dipanggil Tikha.

Menjalani puasa Ramadan perdana sebagai istri bupati sekaligus Ketua TP PKK, Tikha mengisi kegiatan diantaranya dengan panen jagung bersama ibu mertua, Fauziah Mawardi.

Kegiatan ini dilakukan Tikha di sela kesibukannya melaksanakan kegiatan sosial dan menyambangi daerah-daerah di berbagai penjuru Ogan Ilir.

"Alhamdulillah dapat mengisi waktu ngabuburit dengan memanen jagung. Bismillah, semoga kita semua dapat menunaikan ibadah puasa dengan sebaik mungkin. Seluruh amalan, doa baik diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT. Amin Ya Allah," kata Tikha pada unggahannya di Instagram @mikhailia_alamsjah yang dilihat TribunSumsel.com, Sabtu (17/4/2021).

Panen jagung ini dilakukan di kebun keluarga di Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya.

Kebersamaan Tikha bersama ibu dari suaminya itu mengundang ketertarikan Kepala Newsroom Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel, Weny Ramdiastuti.

Melihat Tikha yang begitu dekat dengan ibu mertuanya itu, Weny penasaran apakah Tikha awalnya kaget saat berada di lingkungan yang baru.

"Dua hari nikah, langsung pindah. Kaget, pasti setiap perubahan harus adaptasi. Tapi harus melihat sisi positifnya karena banyak yang mesti disyukuri," ungkap Tikha bersama Fauziah Mawardi yang diwawancarai khusus oleh Weny di Sejaro Sakti, Jumat (16/4/2021) lalu.

Bagi Tikha, ketika sudah menemukan jodoh dan akhirnya pindah ke Ogan Ilir, ia jadi lebih sering bersyukur. 

Sementara, hal yang paling membuat Tikha kaget yakni ketika jauh dari keluarga khususnya orang tua.

"Paling kaget karena jauh dari orang tua, jauh dari keluarga. Karena itu Jakarta penting karena masih ada keluargaku. Itu sih sebetulnya," ucap wanita 28 tahun ini.

Bagi Fauziah Mawardi, memiliki menantu dari putra bungsu merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan, melengkapi kebahagiaan keluarga besar tersebut.

"Ya, bahagia. Karena Panca anak terakhir, jadi alhamdulillah kami sebagai orang tua sudah bisa mengantar semua anak, lima anak sudah mendapat jodoh. Alhamdulillah," ungkap Fauziah. 

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved