Breaking News:

Ramadhan 1442 Hijriah

Bolehkah Berkumur Wudhu Saat Sedang Berpuasa ? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Memasuki bulan suci Ramadham, berbagai pertanyaan muncul, mengenai hal-hal yang tidak diperbolehkan selama menjalankan ibadah puasa.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: M. Syah Beni
Tribun Sumsel
Bolehkah Berkumur Wudhu Saat Sedang Berpuasa? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Bolehkah Berkumur Wudhu Saat Sedang Berpuasa? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat.

Memasuki bulan suci Ramadham, berbagai pertanyaan muncul, mengenai hal-hal yang tidak diperbolehkan selama menjalankan ibadah puasa.

Salah satunya adalah berkumur untuk wudhu saat sedang berpuasa.

Baca juga: Apakah Sikat Gigi Siang Hari Membatalkan Puasa Ramadhan? Ini Penjelasan dari Buya Yahya

Baca juga: Arti Kata Tarhib Ramadhan dan Contoh Pelaksanaannya di Berbagai Daerah

Bolehkan berkumur wudhu saat sedang menjalankan ibadah puasa? Simak penjelasannya berikut ini.

Dilansir dari Instagram @Indonesiamengaji.id dan sumber lainnya, menurut Ustadz Adi Hidayat berwudhu pada saat sedang menjalankan ibadah puasa jangan terlalu berlebihan.

"Lakukan sewajarnya. Namun ada hal sunah yang bisa ditinggalkan seperti beristinsyaq (menghirup air dalam hidung), " jelas Ustadz Adi Hidayat seperti dikutip dari instagram Indonesiamengaji.ID.

Selain itu, ustadz Adi Hidayat juga mengingatkan pada saat berkumur juga tidak berlebihan.

"Amalan-amalan puasa itu ada yang namanya Mujawwaz atau yang diperbolehkan dan Makruh dilakukan, amalan yang boleh itu artinya dilakukan tidak ada pahala dan tidak ada dosa, bisa dilakukan saja seperti misalnya kumur-kumur saat wudhu," kata Ustadz Adi Hidayat dikutip dari Youtube Sahabat Quran AFH.

"Kemudian saat situasi sedang panas lalu ingin bekumur, itu boleh, tapi kalau disengaja kumur-kumur tidak ada alasan itu makruh hukumnya." lanjutnya.

Baca juga: 12 Pantun Lucu Humor Menyambut Bulan Ramadhan 2021, Bikin Nyengir Sendiri

Baca juga : 5 Tempat Wisata Murah di Kota Palembang, Cocok untuk Ngabuburit Saat Ramadhan

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,

أَمَّا الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ فَمَشْرُوعَانِ لِلصَّائِمِ بِاتِّفَاقِ الْعُلَمَاءِ . وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالصَّحَابَةُ يَتَمَضْمَضُونَ وَيَسْتَنْشِقُونَ مَعَ الصَّوْمِ . لَكِنْ قَالَ لِلَقِيطِ بْنِ صَبِرَةَ : ” { وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا } فَنَهَاهُ عَنْ الْمُبَالَغَةِ ؛ لَا عَنْ الِاسْتِنْشَاقِ

Artinya : “Adapun berkumur-kumur dan beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) disyari’atkan (dibolehkan) bagi orang yang berpuasa dan hal ini disepakati oleh para ulama."

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat juga berkumur-kumur dan beristinsyaq ketika berpuasa. Akan tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan pada Laqith bin Shabirah.

“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dalam hidung) kecuali jika engkau berpuasa. ”Yang dilarang saat puasa di sini adalah dari berlebih-lebihan ketika istinsyaq.” (Majmu’ah Al Fatawa, 25: 266)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved