Breaking News:

Setelah Down Syndrome, Yakesma Juga Edukasi Orang Tua Cakap Urus Anak ABK

Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) kembali memberikan edukasi kepada orang tua yag memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK).

Ist/Yakesma
Yakesma ajak orang tua cakap urus ABK agar memiliki perkembangan yang baik dikemudian hari. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Setelah memberikan pelathan khusus bagi orang tua cara mengurus anak pengidap down syndrome, Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) kembali memberikan edukasi kepada orang tua yag memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK).

Kepala Cabang Yakesma Sumsel, Ayat Wijaya, SE mengatakan, edukasi dan pelatihan tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua dalam mendidik ABK.

Pendidikan yang tepat dinilai akan berdampak pada perkembangan anak dikemudian hari.

“Kalau mau belajar di tempat khursus, biayanya terbilang mahal. Kita memberikan edukasi dan pelatihan ini secara gratis kepada orang tua ABK.

Kita ingin memebantu mereka, terutama yang kurang mampu,” ungkapnya disela peringatan Hari Peduli Autis Sedunia 2021 yang jatuh pada 2 April lalu ke Tribunsumsel.com, Rabu (7/6/2021).

Ayat menjelaskan, edukasi dan pelatihan tersebut digelar atas kerjasma dengan berbagai pihak, seperti Rumah Terapi Palembang Therapy Center (Rumah Terapi PTC) dan dan Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Palembang.

“Kita (Yakesma) sebagai fasilitatornya, PTC memberikan pelatihan dan penyediaan narasumber dan Forkesi yang menyediakan peserta atau orang tua yang memiliki anak ABK.

Semuanya merupakan masyarakat kurang mampu, jadi kita berikan pelatihan dan edukasi secara gratis,” terangnya.

Ketua Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Palembang, Devie Wahyuni mengatakan, Forkesi merupakan wadah bagi para orang tua yang memiliki ABK. Sekaligus sebagai tempat untuk saling berbagi dan berdiskusi.

“Rata-rata yag tergabung di Forkesi adalah masyarakat yang memiliki ABK dan memiliki ekonomi menengah ke bawah.

Tetapi ada juga relawan dan maupun masyarakat umum lainnya, mereka juga memiliki profesi lain namun ada kepedulian terhadap ABK,” ucapnya.

Dalam kegiatan bersama tersebut, Devie mengatakan, melibatkan sebanyak 20 orang tua yang memiliki ABK.

Dengan harapan, orang tua ABK bisa lebih paduli dan paham bagaimana cara merawat ABK dengan baik.

Sementara itu, Koordinator Rumah Terapi PTC, Maliq Dharmawan mengatakan, pihaknya turut memberikan ruang dalam bidang sosial, seperti melakukan edukasi dan pelatihan bagi orang tua yang memiliki ABK.

“Kita ikut terlibat dalam kegiatan sosial. Tujuannya untuk memberikan kemudahan bagi orag tua ABK dalam merawat anaknya, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu,” imbuhnya.*

Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Moch Krisna
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved