Pemerintah Larangan Mudik Lebaran 2021, Ini Tanggapan Maskapai

Pemerintah memastikan mudik lebaran tahun 2021 dilarang. Bagaimana Sejumlah maskapai di tanah air menanggapi larangan itu.

Penulis: Hartati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Pemerintah memastikan mudik lebaran tahun 2021 dilarang. Bagaimana Sejumlah maskapai di tanah air menanggapi larangan itu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemerintah memastikan mudik lebaran tahun ini dilarang.

Berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga terkait di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (26/3/2021) lalu.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi sebelumnya, yakni pada beberapa kali masa libur panjang, termasuk saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Menyikapi larangan mudik ini, maskapai di tanah air menanggapinya dengan sejumlah sikap, maskapai Sriwijaya Air misalnya hingga kini masih menunggu kebijakan dan teknis dari regulator atau Kemenhub terkait larangan mudik ini.

Kepala Cabang Sriwijaya Air Palembang, Yudo mengatakan, Sriwijaya air dan Nam Air mendukung penuh seluruh kebijakan pemerintah karena kebijakan tersebut tida bisa dilanggar.

Baca juga: Sulap Sampah Menjadi Produk Cantik Bernilai Ekonomi di 2 Ilir Palembang

Namun teknisnya regulator atau kementrian Perhubungan biasanya akan mengatur teknis dan pelaksanaan larangan mudik ini secara detail dan rinci.

Yudo mengatakan biasanya dalam aturan larangan mudik akan ada detail yang mengatur kapan tanggal yang tidak boleh mudik itu atau black of date desk seasonnya.

"Biasanya ada tanggal khusus yabg dilarang mudik karena masih berkaitan dengan pandemi, tanggal itulah dan jutlaknya masih kami tunggu hingga kini," ujar Yudo ketika dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).

Sementara itu General Manager Garuda Indonesia Palembang, Meisye Paulina Tambunan mengatakan hingga kini belum bisa melihat antusias masyarakat yang akan terbang terkait mudik lebaran tahun ini. Namun Garuda mendukung apapun kebijakan pemerintah nantinya.

Meisye mengatakan awal bulan lalu Garuda fokus menggelar Travel Fair Online yang memberikan memudahkan penumpang terbang dengan biaya lebih murah dan periode keberangkatan lebih panjang sehingga tidak hanya fokus saat peak season saja.

Baca juga: Melihat Bus Pelayanan Terpadu Mang PDK Presisi, Berikan Tiga Layanan Sekaligus

Kemudahan terbang dengan kebijakan baru penerapan genose juga dikatakannya akan memudahkan penumpang terbang karena kaya test lebih murah.

Garuda Indonesia yang semula memberikan gratis rapid test pada penumpang di semua rute domestik juga kini menghentikan program bundling gratis rapid test tersebut sejak diberlakukan tes genose di sejumlah bandara di tanah air termasuk di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Garuda Indonesia juga saat ini sudah menambah frekuensi terbang menjadi lima kali. Tiga kali penerbangan langsung Palembang-Jakarta setiap hari dan dua kali penerbangan langsung dengan hari tertentu dalam sepekan.

Penambahan frekuensi terbang ini juga akan disesuaikan dengan pembukaan rute lainnya yang sempat vakum karena dampak pendemi. 

"Garuda mendukung kebijakan pemerintah dan akan mengikutinya, hanya saja masih menunggu teknisnya," ujar Meisye.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved