Berita Palembang

Kisah Pilu Kakek Penjual Es Keliling di Palembang, Motornya 2 Kali Dicuri, Pelaku Lambaikan Tangan

Kakek Zakaria menceritakan, pelaku yang membawa kabur motornya sempat melambaikan tangan dengan wajah kegirangan

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
TRIBUN SUMSEL/SHINTA DWI ANGGRAINI
Kakek Zakaria (47 tahun), penjual es krim keliling di kawasan Sukarame Palembang yang jadi korban pencurian sepeda motor saat sedang berjualan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Maling nasib seorang kakek penjual es keliling di kawasan Sukarame Palembang.

Motornya yang dipakai untuk berjualan es keliling raib dibawa kabur pencuri.

Kejadian buruk ini bukan yang pertama, delapan bulan lalu motornya juga dicuri.

Kisah kakek bernama Zakaria (74 tahun) ini kini viral di sosial media.

Zakaria menceritakan, pelaku yang membawa kabur motornya sempat melambaikan tangan dengan wajah kegirangan.

Sedangkan Zakaria terus berteriak panik karena sepeda motornya dibawa kabur.

"Dia sempat melambaikan tangan dan bilang dadah ke saya waktu saya teriak mau kamu bawa kemana motor itu," ujar Zakaria ketika ditemui di kediamannya di Jalan perindustrian II lorong Serasi RT 36 RW 01 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang, Rabu (7/4/2021).

Aksi pencurian itu terjadi ketika Zakaria sedang berjualan es krim dikawasan Sukabangun II Palembang, Selasa (6/4/2021) sekira pukul 13.00 WIB.

Seperti biasa ia berkeliling dengan sepeda motornya lengkap membawa sebuah kotak berisi es krim yang diikat di bagian belakang.

Baca juga: Grebek Rumah Bandar Narkoba Lahat, Polisi Berjibaku Ambil Dompet di Dalam Sumur

Dikatakan Zakaria, pelaku sengaja memanfaatkan kelengahannya saat melayani pembeli.

Tepatnya ketika ia sedang mengantarkan es pada seorang ibu-ibu yang berada di tepi jalan.

Merasa jarak yang begitu dekat, Zakaria sengaja tak melepas kunci kontak di motornya.

"Karena jaraknya hanya kurang dari 3 meter, saya pikir itu aman. Jadinya kunci motor tidak saya cabut. Saya sangat tidak menyangka bakal kejadian seperti ini," ujar ayah 4 anak itu.

Rupanya sebelum beraksi, pelaku yang dikatakan Zakaria memiliki ciri-ciri bertubuh tinggi dengan rambut lurus dan kulit hitam, sempat membeli 3 porsi es padanya seharga Rp.6 ribu.

Disaat itu sempat terjadi percakapan diantara mereka.

"Dia bilang, enak betul es ini Pak. Dia ngajak saya ngobrol terus," ujarnya.

Namun setelah menerima es krim yang baru saja dibeli, pelaku tak kunjung beranjak dari tempatnya.

Bahkan pelaku juga kembali mendekati Zakaria yang sudah berpindah sekitar 10 meter dari tempat semula.

Sempat ada rasa curiga di benak kakek ini, namun hal tersebut tak terlalu diperhatikannya karena teralihkan dengan kesibukan melayani pembeli.

"Saya sudah punya firasat, kok orang ini mencurigakan. Tapi karena lagi ada yang beli, ya tidak terlalu saya pedulikan," ujarnya.

Bukan main hancurnya hati Zakaria saat melihat sepeda motornya dibawa kabur oleh orang tak dikenal.

Apalagi motor jenis Honda Beat bernomor polisi BG 5356 ADG tersebut baru ia kredit selama 7 bulan.

Tinggal di Rumah Kontrakan

Dengan mata berkaca-kaca, Zakaria berujar, hanya membawa uang sebesar Rp. 40 ribu dari hasil berjualan di hari peristiwa buruk itu terjadi.

"Penghasilan saya ini kecil dan tidak menentu. Kalau es krimnya habis semua, saya bisa bawa pulang uang Rp120 ribu. Tapi tidak setiap hari bisa habis semua, tergantung cuaca. Kadang-kadang saya cuma pulang bawa uang Rp40-50 ribu sehari. Uang itu masih cukup untuk makan sehari-hari," ujarnya.

Rupanya kejadian hilang sepeda motor, bukan kali pertama dialami Zakaria.

Sekitar delapan bulan yang lalu, kejadian serupa juga pernah ia alami.

Dalam kejadian sebelumnya, pelaku juga berhasil membawa kabur sepeda motor dan kotak es krim milik Zakaria.

"Saya tidak habis pikir, kenapa bisa kejadian seperti ini sampai berulang-ulang," ucapnya dengan suara lesu.

Dalam kesehariannya, Zakaria tinggal bersama sang istri Rosada (55) di sebuah rumah kontrakan yang sudah mereka huni selama 8 tahun lamanya.

Mereka memiliki 4 orang anak dan semuanya sudah menikah.

Dihari tuanya, Zakaria masih menguatkan tekad untuk mencari nafkah tanpa mengharap pemberian anaknya.

Sebab ia tak ingin berpangku tangan karena merasa tak enak hati pada anak-anaknya.

"Saya berharap pelaku bisa segera ditangkap dan motor saya bisa ditemukan. Soalnya motor itu alat penting bagi saya untuk cari uang. Bagaimana saya bisa makan kalau tidak ada motor untuk jualan," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima, polisi sudah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved