Pencuri Ban Serep Keok Ditembak Polisi

Ternyata Tak Setiap Malam Beraksi, Ada Malam Sial Bagi Komplotan Pencuri Ban Serep Truk

Aku lagi di depan rumah, polisi datang. Aku coba melawan, tetapi keburu kena tembak.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Tersangka Muaz ketika dibawa anggota Unit 3 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dalam seminggu, komplotan spesialis pencurian ban serep truk ini mencoba untuk beraksi. Setidaknya, lebih dari setahun mereka beraksi untuk mencuri ban serep truk yang sedang terparkir.

Komplotan ini, terakhir beraksi di awal tahun 2020 dahulu. Setelah itu, mereka tidak lagi beraksi karena seorang dari mereka ditangkap polisi. Dari tertangkap tersebut, Muaz dan Paibon memutuskan untuk melarikan diri.

"Pernah kami coba tiap malam beraksi. Tetapi, setiap malam Selasa dan malam Jumat selalu tidak mendapatkan hasil. Jadi, kami memutuskan kalau dua malam itu malam sial. Di dua malam itu, dalam seminggu kami tidak pernah beraksi," kata Muaz.

Muaz memutuskan untuk kembali menjadi sopir trailer. Ia juga sempat melarikan diri ke Flores NTT selama tiga bulan. Setelah dianggap aman, ia kembali menekuni pekerjaannya sebagai sopir trailer.

Setidaknya, sudah menjadi buronan 1,5 tahun Muaz memutuskan untuk kembali lagi ke Palembang. Baru tiga hari kembali ke Palembang, ia langsung ditangkap anggota Unit 3 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

"Aku lagi di depan rumah, polisi datang. Aku coba melawan, tetapi keburu kena tembak," ungkapnya.

Mencuri dari Prabumulih hingga Jambi

Satu pelaku, spesialis pencurian ban serep truk di sepanjang Jalan Prabumulih hingga Jambi akhirnya keok ditembak anggota Unit 3 Subdit 3 Jatanras Polda Sumsel.

Muaz Zarkasyi (33), setidaknya sudah 30 kali lebih beraksi melakukan pencurian ban serep mobil truk bersama dua rekannya. Mereka beraksi bersama Aji (susah tertangkap, red) dan Paibon (DPO).

Komplotan ini beraksi pada malam hari. Berbekal senpi rakitan dan juga mobil yang di sewa, komplotan ini berkeliling untuk mencuri ban serep truk yang sedang terparkir di pinggir jalan atau rumah makan.

"Kami beraksinya malam hari. Dalam semalam, kami bisa empat kali beraksi. Beraksi kami wilayahnya mulai dari Prabumulih hingga Jambi," ujar Muaz yang bekerja sebagai sopir trailer ini sambil meringis kesakitan, Selasa (6/4/2021).

Saat beraksi, Muaz bertugas sebagai sopir dan melihat situasi. Sedangkan Aji dan Paibon bertugas untuk mengeksekusi ban serep truk yang sedang terparkir dipinggir jalan ataupun di rumah makan.

Ketika beraksi dan dipergoki sopir atau kernet truk, Muaz langsung bertindak. Ia mengeluarkan senpi rakitan yang dibawanya untuk mengancam sopir atau kernet yang menghalangi aksi mereka.

"Kami mencuri ban serep truk ini, karena bila dijual harganya mahal. Sekali jual, kisaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per ban serep. Setelah beraksi, tidak susah lagi menjualnya. Karena langsung ada penadahnya," ujar bapak dua anak ini.

Baca juga: 2 Pria Rampas HP 3 Pelajar di Muratara, Beraksi Pakai Pistol Pinjaman, Ongkos Sewa Rp 50 Ribu

Baca juga: Hamil 2 Bulan Minta Pacar Tanggungjawab, Wanita Muda di Palembang Dianiaya, Dijambak Leher Dicekik

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved