Breaking News:

Razia Narkotika, Lima Handphone Ditemukan Dalam Lapas Kelas II A Lubuklinggau

Sejumlah barang terlarang ditemukan dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Lubuklinggau

shutterstock
ilustrasi penjara 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUBSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Sejumlah barang terlarang ditemukan dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Lubuklinggau Sumsel diduga diselundupkan.

Barang terlarang tersebut ditemukan saat petugas gabungan dari Lapas, Polres Lubuklinggau, BNNK, TNI melakukan penggeledahan dan penertiban kamar blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (5/4/2021) malam.

Dalam razia ini, petugas gabungan menemukan lima Handphone (HP) beserta alat charger, kipas angin, kabel rol, puluhan almunium sendok, besi panjang, obeng, korek api dan gunting kuku.

Kepala Lapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto mengatakan, razia gabungan kali ini merupakan instruksi dari pusat secara serentak mulai dari tanggal 5-6 April 2021 di seluruh Indonesia.

"Untuk temuan yang kita temukan bersama ini nanti pada tanggal 27 April,  baik hasil razia insidentil dan gabungan dengan disaksikan perwakilan Kanwil akan kita musnahkan," ungkapnya pada wartawan, Selasa (6/4/2021).

Imam mengaku pihaknya saat ini masih menyelidiki bagaimana beberap ponsel itu bisa masuk ke rutan dan Lapas. Sebab, selama ini pemeriksaan di pintu masuk dilakukan dengan sangat ketat.

"Ini terus kita selidiki, tapi alhamdulillah kita yang pertama melakukannya (razia), kita melakukannya dalam rangka meminimalisir penyalahgunaan benda terlarang dalam Lapas ini," ujarnya.

Imam mengatakan sejauh ini di beberapa Lapas di Indonesia termasuk di Sumsel masih banyak ditemukan peredaran narkoba yang dikendalikan oleh jaringan dalam Lapas.

Imam mencontohkan,  salah satunya sabu seberat 101 Kg yang dikendalikan oleh narapidana Lapas Kelas I Palembang dan sabu mencapai 400 Kg yang dikendalikan narapida Lapas Slawi beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah sejauh ini di Lapas Lubuklinggau kita rutin melakukan penggeledahan dan sejauh ini belum ada kita temukan semacam itu," ungkapnya.

Imam menyebutkan, bila saat ini Lapas Kelas II A Lubuklinggau over kapasitas, seharusnya Lapas hanya menampung 500 warga binaan, namun, kenyataan dilapangan saat ini Lapas menampung 1008 warga binaan.

"Alhamdulillah sejauh ini selalu kondusif walaupun personil pengamanan dalam satu regu hanya enam orang, jadi memang sangat jauh sekali," ujarnya.

Imam menambahkan, meski over kapasitas sejauh ini Ia selalu mengingatkan dan melakukan deteksi dini mengecek penjagaan pos, kamar-kamar tahanan yang bisa menimbulkan hal negatif.

"Selalu kita deteksi dini supaya tidak menimbulkan hal-hal negatif dalam Lapas," tambahnya. (Joy) 

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved