Breaking News:

Masker Palsu

Waspada Masker Medis Palsu, Bikin Tim Medis Banyak Terpapar Covid-19, Perhatikan Ciri-cirinya

Masyarakat harus waspada, karena saat ini sudah beredar masker medis palsu. Perhatikan ciri masker medis asli dan masker medis palsu.

(SHUTTERSTOCK/Boumen Japet)
Ilustrasi masker KN95. Waspada masker medis palsu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Masyarakat harus waspada, karena saat ini sudah beredar masker medis palsu. Perhatikan ciri masker medis asli dan masker medis palsu. Karena jika menggunakan masker medis palsu, menyebabkan pengguna mudah tertular dari orang yang sudah terpapar covid-19.

Oleh karena itu Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah meinindak tegas pelaku pembuat masker palsu.

Alasannya masker palsu tersebut tidak aman digunakan saat berhadapan dengan pasien Covid-19.

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Netty menanggapi peredaran masker medis palsu yang terungkap dari adanya donasi masker respirator N95 merek 3M kepada Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) dari masyarakat.

Setelah diteliti, masker berstandar Amerika Serikat tersebut ternyata palsu.

"Masker adalah alat utama pelindung diri yang digunakan tenaga kesehatan. Jika yang digunakan adalah masker palsu maka ini akan membahayakan nyawa mereka saat berhadapan langsung dengan pasien COVID-19," kata Netty dalam keterangan medianya, Senin (5/4/2021). Hal yang disampaikan Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS ini dikonfirmasi kebenaranya Satgas Covid-19.

Baca juga: Ternyata Mutasi Virus Corona N439K Terdeteksi di Indonesia Sejak November 2020

Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, Mariya Mubarika, menyatakan peredaran masker medis palsu menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan banyak tenaga kesehatan di Indonesia terpapar Covid-19.

"Saya meminta pemerintah dan pihak berwenang untuk membongkar peredaran masker palsu ini sampai ke akar-akarnya, jangan hanya di tingkat penjual eceran. Saya menduga ada jaringan yang mengedarkan masker medis palsu secara masif, bahkan dapat diperoleh dengan mudah melalui pasar online," katanya.

Temuan ini, kata Netty, menambah panjang daftar masalah penanganan Covid-19 dan membuat nasib tenaga kesehatan kian dipertaruhkan.

"Kita sedang berperang melawan pandemi dan para nakes yang berada di zona merah seharusnya mendapat perlindungan penuh dari pemerintah. Nyatanya, beragam persoalan membelit mereka, mulai dari soal insentif yang tertunda, jam kerja yang panjang hingga harus membeli sendiri alat pelindung diri seperti masker.

Halaman
1234
Editor: Hanafijal
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved