Berita Muratara
Buat Diskusi Publik Setiap 3 Bulan, Bupati Muratara: Kritik Jangan Hanya di Medsos
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni menyampaikan akan rutin menggelar diskusi publik secara terbuka bagi masyarakat.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni menyampaikan akan rutin menggelar diskusi publik secara terbuka bagi masyarakat.
Diskusi publik dibuat terutama untuk para pengkritik, penentang kebijakan, atau kelompok yang berseberangan dengan dirinya.
"Kemarin kami sudah memulai (diskusi publik), tapi belum banyak yang datang, mungkin ini baru awal," kata Devi Suhartoni, Minggu (4/4/2021).
"Orang yang suka mengkritik kami di media sosial (medsos) belum ada yang datang kemarin, tidak apa-apa, mungkin di lain waktu," tambah Devi.
Dia menyatakan diskusi publik secara terbuka ini rencananya akan diadakan setiap 3 bulan sekali.
Baca juga: Dualisme Karang Taruna Muratara, Devi Lantik Depri Apriansyah, Syarif Lantik Sukri Alkap
Tujuannya agar ada keterbukaan dan trasparansi publik, serta dapat menampung ide-ide yang inovatif dari masyarakat.
"Masyarakat yang ada unek-unek datang saja, sampaikan dalam diskusi itu, biar sama-sama kita cari akar masalah dan bagaimana penyelesaiannya," kata dia.
Devi mengatakan kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Inayatullah menjunjung tinggi keterbukaan publik dan trasparansi kebijakan.
Itu sudah tertuang dalam visi misi mereka yakni mewujudkan Kabupaten Muratara yang cerdas, inovatif, transparan, responsive dan akuntabel atau disingkat menjadi 'citra'.
"Visi misi kami Citra Muratara Berhidayah, citra adalah alat atau tool manajemen leadership kami selama memimpin.
Sedangkan berhidayah adalah alat kontrol dan istiqomahnya kami terhadap tekad dan niat kami menjadi pemimpin," jelas Devi.
Dia berharap diskusi publik pada kesempatan berikutnya bisa dihadiri oleh orang-orang yang kerap memprotes, mengkritik atau berseberangan pendapat.
Dengan adanya diskusi publik, kata Devi, masyarakat bisa mengetahui secara persis kebijakan atau arah pembangunan Pemkab Muratara kedepan.
"Mari anak-anak muda, kaum intelektual, LSM, rekan media, siapa saja, kita diskusi fokus membedah pembangunan sampai habis masa jabatan kami," kata Devi.
Baca juga: Banyak Truk Angkut Batubara Terbalik, DPRD Muratara Minta Perusahaan Harus Buat Jalan Sendiri
Sementara itu, tokoh pemuda Muratara, Macis merespon positif diskusi publik secara terbuka yang akan rutin dilakukan Bupati Muratara.
Menurut dia, itu adalah salah satu momentum keterbukaan pemerintah daerah dalam menyampaikan konsep pembangunan.
Begitu juga bagi masyarakat, itu merupakan kesempatan menyampaikan aspirasi untuk kepentingn bersama.
"Intinya ini sangat baik untuk kepentingan bersama, masyarakat memang kepingin pemerintah itu terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi untuk rakyat," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bupati-muratara-devi-suhartoni-gelar-diskusi-publik.jpg)