Breaking News:

Berita Prabumulih

Banyak Pelanggan Menunggak, Petro Prabu Hapus Gas Kota Sistem Token Ganti dengan Manual

Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu menghapuskan gas kota sistem token. Sebagai gantinya, pelanggan dikembalikan ke sistem meteran manual

Tribun Sumsel/ Edison
Direktur Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu, Azhari H Harun 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu menghapuskan gas kota sistem token. Sebagai gantinya, pelanggan dikembalikan ke sistem meteran manual.

Direktur Perusahaan Daerah (PD) Petro Prabu, Azhari H Harun mengungkapkan, sebanyak 1.800 lebih pelanggan gas kota pakai sistem token menjadi biang masalah.

"Kita laporkan pelanggan token ini bermasalah karena menyebabkan losses (hilang), jadi seolah-olah terjadi kebocoran gas padahal tidak," ungkap Azhari ketika diwawancarai belum lama ini.

Azhari menuturkan, semestinya gas kota sistem token itu ketika pelanggan tidak mengisi maka gas tidak bisa digunakan.

Namun pelanggan gas kota sistem token di kota Prabumulih justru masih bisa dan gas tetap mengalir ke masyarakat.

"Kalau tidak beli token mestinya meteran tutup tak bisa mengalirkan gas atau batre lemah nutup, ini malah bisa ngalir," bebernya.

Ketika pelanggan sistem token ditagih, Azhari mengaku pelanggan justru mengelak karena merasa tidak membeli token dan gas tetap mengalir merupakan kesalahan PD Petro Prabu.

"Yang jelas kita yang selalu disalahkan pelanggan, mereka merasa tidak mengisi token tapi gas masih bisa mengalir dan itu bukan salah mereka, ditagih tidak mau malah kita yang disalahkan," jelasnya.

Baca juga: Harga Sembako Mulai Naik Jelang Puasa, Pemkot Prabumulih Akan Turunkan Tim

Untuk mengatasi hal itu, PD Petro Prabu bersama Pertagas sejak Januari melakukan perubahan sistem token ke manual di meteran para pelanggan.

"Jadi kita ganti semua ke manual, mereka tetap pakai gas kota tapi meteran sistem token kita ganti jadi sistem manual. Pelanggan itu harus membayar tagihan setiap bulan seperti pelanggan lainnya," ungkap Azhari.

Lebih lanjut pria yang akrab dipanggil Agok ini menambahkan, dengan perubahan sistem itu para pelanggan telah dilakukan mediasi dan siap melakukan pembayaran dengan cara mengangsur melalui tagihan.

"Karena banyak jumlahnya, 1800 pelanggan. Dulu kan 2000 pelanggan namun sebanyak 200 pelanggan telah kita lakukan pemutusan," lanjutnya.

Disinggung berapa tunggakan akibat losses pelanggan token, Azhari tidak menjelaskan secara spesifik namun cukup banyak karena pelanggan mencapai 1800 rumah.

"Itu jadinya masuk ke utang, jumlah tidak termonitor karena kita tidak mengontrol dan hanya operator," tambahnya seraya mengurutkan mengenai tunggakan dan tagihan menjadi urusan Pertagas Niaga.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved