Breaking News:

Umat Dibatasi Kehadirannya, Paskah di Palembang Aman

Umat Kristiani di Sumatra Selatan (Sumsel) khususnya di kota Palembang selama merayakan Tri Hari Suci Paskah

LINDA TRISNAWATI
Romo Silvester Joko Pr Pastor Paroki Gereja St Yoseph Palembang yang mencoba panser Anoa yang berjaga di halaman Gereja Santo Yoseph yang ada di Jalan Jendral Sudirman, Sabtu (3/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Umat Kristiani di Sumatra Selatan (Sumsel) khususnya di kota Palembang selama merayakan Tri Hari Suci Paskah dari peristiwa perjamuan terakhir (Kamis Putih, 1 April), penyaliban Yesus (Jumat Agung, 2 April) dan kebangkitan Yesus di dalam kubur (Sabtu Suci, 3 April) dapat beribadat dengan khusuk dan aman.

Terlihat kendaraan Panser Anoa milik Kavaleri 5/GCC Kodam II/Sriwijaya
ikut berjaga di Gereja Santo Yoseph yang ada di Jalan Jendral Sudirman depan Rumah Sakit (RS) RK Charitas Palembang.

"TNI-Polri menjaga semua tempat ibadah khususnya gereja - gereja, saat perayaan Paskah 2021. Untuk Panser Anoa pun di stand by kan dari hari Kamis hingga Minggu," kata Pengurus DPP St Yoseph Palembang Andreas Daris Awalistyos, Sabtu (3/4/2021).

Menurutnya, panitia Paskah telah menghimbau umat yang akan beribadat untuk tidak membawa barang berharga demi keamanan, terlebih jumlah kapasitas Gereja yang dibatasi jumlah jemaatnya untuk hadir sehubungan masa pandemik covid saat ini. 

"25 persen saja umat yang dapat mengikuti perayaan Paskah atau sekitar 1500 orang dari yang biasanya 7.400 umat. Sedangkan umat yang tidak dapat mengikuti ibadat secara langsung Panitia melakukan siaran live streaming melalui chanel Youtobe atau Facebook Paroki Santo Yoseph Palembang," katanya.

Daris mengatakan, umat yang mengikuti ibadat sebelum memasuki gereja juga diwajibkan menunjukkan kartu warga gereja. Selain itu umat yang memasuki Gereja Santo Yoseph diperiksa melalui alat detektor, di cek barang bawaan dan kartu identitas. 

Selanjutnya sesuai protokol kesehatan cuci tangan dan di chek suhu tubuh, baru menuju tempat yang disiapkan.

"Malam paskah adalah saat di mana kita merasakan sukacita sambil berjaga-jaga menantikan kebangkitan Tuhan. Malam Paskah disebut juga Vigili Paskah yang artinya berjaga-jaga atau bersiap-siap," katanya. 

Sementara itu Romo Silvester Joko Pr Pastor Paroki Gereja St Yoseph Palembang yang mencoba panser Anoa yang berjaga di halaman gereja mengatakan, bahwa tidak perlu takut untuk beribadah.

"Kita tidak perlu takut untuk beribadah, namun tetap waspada walau ada kejadian terorisme di Gereja Katedral Makasar dan Markas Kepolisian RI," katanya.

Menurutnya, aparat TNI - Polri siap melayani dan menjaga keamanan ketertiban NKRI. Maka solidaritas dan toleransi umat manusia perlu ditingkatkan.
 

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved