Breaking News:

Berita Muba

Selama Ramadan Tempat Hiburan Dilarang Buka, Satpol PP Muba Pasang Imbauan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memberikan himbauan dan menempel surat edaran di beberapa tempat hiburan untuk tidal beroprasi selama ramadan.

SRIPOKU/FAJERI RAMADHONI
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan sosialisasi himbauan dan menempel surat edaran di beberapa tempat hiburan dalam wilayah hukum kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU—Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Satuan Polisi Pamong Praja melaksanakan sosialisasi himbauan dan menempel surat edaran di beberapa tempat hiburan dalam wilayah hukum kabupaten Musi Banyuasin, Kamis (1/4/21).

Hal ini dilakukan setelah Bupati Muba, Dodi Reza resmi mengeluarkan Surat Edaran mengenai Larangan Beroperasi Tempat Hiburan selama Bulan Suci Ramadan.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Muba Nomor 13 Tahun 2005 Tentang Larangan Maksiat Dalam kabupaten Musi Banyuasin dan Surat Edaran Bupati Musi Banyuasin Nomor B-331.1/657/Sat.Pol.PP/2021 perihal Penutupan Tempat Hiburan di Bulan Suci Ramadan. 

Baca juga: Perlu Perbaikan Jalan dan Jembatan, Muba Ajukan Bangub Rp 240 Miliar

Hal ini dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan dan cipta kondisi guna menghormati umat Muslim yang melaksanakan ibadah selama Bulan Suci Ramadan.

Kasat Pol PP Muba Haryadi SE MSi mengatakan bahwa Satpol PP kabupaten Musi Banyuasin telah memberikan sosialisasi dan imbauan agar pemilik dan pengelola tempat hiburan yang dapat menganggu kekhusyukan ibadah di bulan suci Ramadhan untuk tidak beroperasi sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Beberapa tempat hiburan seperti karaoke, cafe warung remang-remang untuk wajib tidak beroperasi selama berlangsungnya ibadah di bulan suci Ramadan," tegasnya.

Baca juga: Mutasi Perwira di Polres Muba, Iptu Akib Firdaus Jadi Kapolsek Sekayu

Pihaknya akan melakukan razia secara rutin selama bulan Ramadan guna memastikan imbauan tersebut telah dilaksanakan atau tidak oleh pemilik tempat hiburan.

"Apabila nanti masih ada objek-objek yang dimaksud masih beroperasi, maka kepada pemilik atau pengelola tempat hiburan tersebut akan diberikan tindakan dan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku, karena ini demi kenyamanan bersama dan akan kami lakukan monitoring secara rutin," terangnya. 

Editor: Yohanes Tri Nugroho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved