Breaking News:

Termasuk Prabumulih, Kota-kota Ini Akan Jadi Kontributor Utama Ekonomi Digital Indonesia

Kota tersebut merupakan kota dalam tingkatan ke-2/area rising urbanities (Semarang, Denpasar, Makassar) dan tingkatan ke-3/slow adopters (Magelang, Pr

Editor: Wawan Perdana
TRibun Sumsel/ Edison
Ilustrasi suasana Kota Prabumulih. Kota ini diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang drastis 

Sementara pada tahun 2030, kota-kota di tier 2 dan tier 3 mampu meningkatkan pangsa PDB nasional dari 3-5 persen atau sekitar 46 miliar dollar AS hingga 77 miliar dollar AS.

"Jadi kalau lihat dari sisi sektor per sektor, tier 2 dan 3 tahun 2025 akan punya peran yang jauh lebih besar dari sisi ekonomi power dan kontribusinya ke ekonomi digital," papar dia.

Di kota-kota itu, pertumbuhan beberapa startup akan sangat signifikan. Startup e-commerce misalnya, bisa tumbuh hingga 48 persen pada tahun 2025 dari 30 persen saat ini.

Begitu juga dengan startup lain, seperti pembayaran (41 persen), ride hailing/delivery (35 persen), aplikasi kesehatan (46 persen), dan aplikasi pendidikan (45 persen).

"Ini pertumbuhan yang sangat menarik untuk menggerakkan sektor ekonomi, terutama di tier 2-3," tuturnya.

Meningkatkan adopsi teknologi

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di kota-kota tersebut, pemain startup harus berusaha memperbaiki aplikasi yang lebih ramah pengguna (user friendly) dan membangun pemasaran bahwa ekonomi digital sangat memudahkan.

Sebab, banyak dari responden mengaku belum familiar menggunakan layanan digital, dan merasa cukup kompleks untuk memakainya.

Mereka juga beranggapan, layanan digital lebih mahal dibanding layanan offline. Hal ini wajar lantaran 80 persen penduduk di daerah tersebut masuk dalam kategori populasi laggards, yaitu populasi yang jauh lebih berhati-hati mengikuti tren dan cenderung skeptis dengan pemakaian teknologi.

Hal ini jauh berbeda dengan wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mayoritas penduduknya masuk dalam kategori early adopters dan average majority.

"Kita harapkan tentunya dalam 5 tahun ke depan, tier 2 dan tier 3 akan jauh lebih comfortable pakai teknologi. Karena sebelumnya di kota tier 1 juga butuh waktu 5 tahun untuk meningkatkan level adopsinya," pungkas Shirley.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lampaui Jakarta, Kota-kota Ini Bakal Jadi Kontributor Utama Ekonomi Digital Indonesia"

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved