Termasuk Prabumulih, Kota-kota Ini Akan Jadi Kontributor Utama Ekonomi Digital Indonesia
Kota tersebut merupakan kota dalam tingkatan ke-2/area rising urbanities (Semarang, Denpasar, Makassar) dan tingkatan ke-3/slow adopters (Magelang, Pr
TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Perusahaan modal ventura, Alpha JWC Ventures menyebut, ada sejumlah kota di Indonesia akan memberikan kontribusi utama ekonomi digital di Indonesia.
Dalam waktu 5 hingga 10 tahun mendatang, kota-kota ini akan mengalami peningkatan ekonomi digital hingga lebih dari lima kali lipat.
Penelitian tersebut dirangkum dalam laporan bertajuk "Unlocking The Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia" oleh Alpha JWC & Kearney.
Presiden Direktur Kearney Shirley Santoso mengungkap, ada 177 kota yang dimaksud dengan 6 di antaranya, Semarang, Denpasar, Makassar, Magelang, Prabumulih, dan Bangli.
Kota tersebut merupakan kota dalam tingkatan ke-2/area rising urbanities (Semarang, Denpasar, Makassar) dan tingkatan ke-3/slow adopters (Magelang, Prabumulih, Bangli).
Sistem tiering (tingkatan) didasarkan pada pengeluaran per kapita, ukuran populasi, penetrasi internet, pertumbuhan PDB provinsi, dan kepadatan populasi.
"Tier 2 dan 3 ini merupakan kota-kota dengan growing middle class consumer, tapi juga dari sisi infrastruktur, seperti digital, logistik, sedang berkembang. Nah di tier 2 dan 3 ini kita lihat potensi pertumbuhan ekonomi digital yang sangat besar," kata Shirley Santoso dalam media briefing, Rabu (31/3/2021).
Shirley mengungkap, ekonomi digital di kota-kota itu bakal tumbuh 5 kali lipat atau 49-51 persen pada tahun 2025, didukung oleh sejumlah startup di bidang belanja online (e-commerce), peminjaman (lending), dan e-payments.
Adapun kontribusi Jakarta saat ini mencapai 24 persen dari PDB Indonesia.
Dengan potensi pertumbuhan di tier 1 dan tier 2, maka kontribusi Jakarta dan kota-kota di tier 1 akan menyusut pada tahun 2025.
Sementara pada tahun 2030, kota-kota di tier 2 dan tier 3 mampu meningkatkan pangsa PDB nasional dari 3-5 persen atau sekitar 46 miliar dollar AS hingga 77 miliar dollar AS.
"Jadi kalau lihat dari sisi sektor per sektor, tier 2 dan 3 tahun 2025 akan punya peran yang jauh lebih besar dari sisi ekonomi power dan kontribusinya ke ekonomi digital," papar dia.
Di kota-kota itu, pertumbuhan beberapa startup akan sangat signifikan. Startup e-commerce misalnya, bisa tumbuh hingga 48 persen pada tahun 2025 dari 30 persen saat ini.
Begitu juga dengan startup lain, seperti pembayaran (41 persen), ride hailing/delivery (35 persen), aplikasi kesehatan (46 persen), dan aplikasi pendidikan (45 persen).
"Ini pertumbuhan yang sangat menarik untuk menggerakkan sektor ekonomi, terutama di tier 2-3," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jadwal-damri-palembang-prabumulih-update.jpg)