Berita Palembang

Sebelum Rayakan Paskah di Gereja, Pemuka Agama Kristiani Lakukan Vaksinasi

Ternyata setelah disosialisasikan kepada lansia, mereka sudah banyak yang vaksin di Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal masing-masing.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/MELISA WULANDARI
Pendeta di Gereja Baptis Indonesia Palembang, Imanuel Rajiono sedang divaksin. Vaksinasi untuk pemuka agama Kristiani ini dilaksanakan di lantai 3 RS Myria Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Vaksinasi untuk pemuka agama Kristiani hari ini dilaksanakan, Senin (29/3/2021).

Ada sekitar 200 orang termasuk lansia terlihat antri di depan ruangan khusus vaksinasi di lantai 3 Rumah Sakit Myria KM 7 Kota Palembang.

Selain karena pemuka agama juga termasuk ke dalam garda terdepan, vaksinasi ini juga bertujuan agar nantinya pada saat ibadah saat Paskah para pemuka agama Kristiani bisa tetap merasa aman saat bertemu dengan umat.

"Pemuka agama ini kan salah satu garda terdepan jadi vaksinasi untuk mereka juga penting. Dan data yang masuk di Kemenag sampai saat ini sudah ada sekitar 600 tapi untuk 2-3 hari ini kuota yang kami kirimkan ini berkisar 200an orang termasuk lansia," kata Pembina Penyelenggara Kristen Kemenag Kota Palembang Tiorida Saragih, Senin (29/3/2021).

Tiorida mengatakan Dinas Kesehatan Palembang berpesan agar yang diprioritaskan selain pemuka agama adalah lansia.

“Ternyata setelah disosialisasikan kepada lansia, mereka sudah banyak yang vaksin di Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal masing-masing,” katanya.

Sampai sekarang ini target yang disampaikan kurang lebih 100 dan pihaknya harus mencari. Tapi sekitar 50 persen yang bisa dipenuhi. Walaupun begitu pihaknya tetap sosialisasi ke gereja gereja.

“Pemuka agama di agama Kristen itu termasuk pendeta, pengerja di gereja. Data yang masuk di kami umumnya kalau pendeta di satu Gereja itu ada 1-2 orang. Pengerja di bawah pendeta itu ada dalam 1 gereja biasanya ada 10 orang,” jelasnya.

Secara umum disebut pelayan di gereja, target pihaknya semua pelayan di gereja, karena sehari -hari berhadapan dengan umat semua yang terdaftar harus tuntas.

Baca juga: Kutuk Keras Bom di Gereja Katedral Makassar, PKPI Sumsel Siap Bantu Ketertiban dan Keamanan

Baca juga: Puluhan Balok Kayu Hanyut, Sungai Rupit-Rawas di Muratara Dipenuhi Sampah Kayu dan Bambu Berton-ton

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Palembang, Mirza Susanty mengatakan berdasarkan ketetapan walikota Palembang untuk pemuka agama, pihak Dinkes Palembang melihat keadaan terlebih dahulu dan untuk pertama ini diambil 40 persen.

“Misal dari Kemenag ada masuk data sebanyak 600 orang, saya ambil 40 persen lebih kurang 150 orang. Dari pemuka agama lain juga begitu kami ambil 40 persen dulu untuk tahap awal,” jelasnya.

Tapi tidak menutup kemungkinan apabila vaksin yang ada masih banyak stoknya (untuk publik stoknya 77.800) sejauh ini sudah 40 persen dari 77.800 dilaksankan vaksinasi.

“Kalau memang tidak ada peminat yang lain akan kami berikan 100 persen ke pemuka agama, hotel, sebenarnya sudah banyak yang mengirim surat tapi kami sekarang sedang melaksanakan vaksinasi untuk lansia dan guru terlebih dahulu,” jelasnya.

Pendeta di Gereja Baptis Indonesia Palembang, Imanuel Rajiono mengatakan pengalamannya setelah divaksin tidak masalah dan perubahan apapun.

“Saya bersaksi setelah divaksin sampai saat ini tidak ada reaksi dan gejala apapun, jadi saya sudah sekalian memberitahu kepda masyarakat Palembang jangan pernah takut untuk divaksin karena dengan divaksin justru menolong masyarakat supaya mengantisipasi tidak terpapar covid 19,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved