Berita Prabumulih
Baru 6 Persen Warga Prabumulih Divaksin Sinovac
Dari total 5550 vial vaksin virus corona yang tiba di kota Prabumulih, tercatat baru sebanyak 3820 orang warga yang telah diberikan vaksin
Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Dari total 5550 vial vaksin virus corona yang tiba di kota Prabumulih, tercatat baru sebanyak 3820 orang warga yang telah diberikan vaksin oleh petugas kesehatan di bumi Seinggok Sepemunyian.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dr Happy Tedjo melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Izhar SKM MKes kepada wartawan akhir pekan kemarin.
"Hingga Kamis 25 Maret 2021 tercatat sebanyak 3820 orang warga yang telah diberikan vaksin oleh petugas kesehatan," ungkap Izhar.
Baca juga: Jadwal Rute dan Tarif Terbaru Damri Palembang, Tujuan Jakarta, Lampung, Prabumulih, Muara Enim
Izhar menuturkan, jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat kota Prabumulih yang wajib dilakukan vaksi yakni 130 ribu lebih maka yang telah divaksin baru sedikit.
"Kalau dibanding jumlah penduduk wajib vaksin maka jumlah 3820 itu baru sekitar sekitar 6 persen, jadi masih banyak yang belum divaksin," tuturnya.
Lebih lanjut Izhar menjelaskan, sesuai data hingga Kamis (25/3/2021) lalu baru sebanyak 2311 tenaga kesehatan atau 95 persen menjalani vaksin tahap pertama dan 2161 orang atau 85 persen yang melakukan vaksin ditahap kedua.
Baca juga: Kecelakan Tadi Malam di Prabumulih, Kereta Babaranjang Seret Mobil Nahas
"Sementara untuk sasaran publik dari jumlah 9635 orang yang menjalani vaksin tahap pertama baru 14 persen dan 8 persen menjalani vaksin tahap kedua," tuturnya.
Hingga saat ini tim medis terus melakukan pemberian vaksin terhadap sasaran publik dan tenaga kesehatan yang belum selesai seluruhnya. "Sampai sekarang kita terus lakukan pemberian vaksin ke yang telah terdata ini termasuk ke lansia calon jamaah haji dan para tenaga pendidik," bebernya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kabid-pencegahan-pengendalian-penyakit-p2p-dinas-kesehatan-prabumulih-izhar-skm-mkes.jpg)