Biodata Profil Sri Mulyono, Sebut SBY Kuasai Demokrat Secara Absolut Sejak Anas Lengser 2013
Sri menyebut manipulasi sejarah itu ada dalam AD/ART Demokrat versi Kongres Hotel Sultan yang digelar pada Maret 2020.
TRIBUNSUMSEL.COM - Biodata profil Sri Mulyono, Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia sekaligus kubu Partai Demokrat dari Moeldoko yang sebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin menguasai partai secara sistematis dan terstruktur.
SBY, menurut Sri, telah menguasi Demokrat secara absolut sejak Anas Urbaningrum lengser pada 2013 silam karena menjadi tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang.
"Sejak saat itu SBY benar-benar berkuasa absolut dan mulai membangun dinasti di Partai Demokrat."
"Kejahatan politik internal ini dulu disaksikan oleh para kader Demokrat," kata Sri Mulyono kepada wartawan, Kamis (18/3/2021), dilansir Tribunnews.
Tak hanya menguasai Demokrat secara absolut, SBY juga disebut Sri telah memanipulasi sejarah berdirinya partai berlambang Mercy ini.
Sri menyebut manipulasi sejarah itu ada dalam AD/ART Demokrat versi Kongres Hotel Sultan yang digelar pada Maret 2020.
"Dalam kongres tersebut, SBY juga mengkooptasi Demokrat secara absolut dengan merubah AD/ART pada pasal 17 tentang Majelis Tinggi. Partai Demokrat adalah Saya (SBY)," ucapnya.
Ia mencontohkan, kekuasaan absolut SBY digunakan untuk menarik upeti dari para kader di daerah.
Sri pun menyatakan saat ini SBY dan Partai Demokrat telah dibenci publik dan kadernya sendiri.
"Kini SBY dan Partai Demokrat bukan hanya dibenci oleh publik, tapi juga oleh para kadernya sendiri."
"Demokrat terancam punah jika terus mengamini atau ikut saja model dinasti yang anti demokrasi itu," ujar Sri.
"Sebelum tragedi ini benar-benar menjadi nyata, sadarlah dan lakukanlah sesuatu untuk mengembalikan Demokrat sebagai milik seluruh anggotanya dan seluruh rakyat."
"Jangan mau diperdaya oleh keluarga SBY yang haus kuasa itu," pungkasnya.
Profil Sri Mulyono
Sri Mulyono lahir di Rembang pada 14 September 1969.
Mengutip situs resminya, srimulyono.com, Sri pernah aktif di Partai Demokrat saat kepemimpinan Anas Urbaningrum.
Namun, ia berbalik menentang Demokrat setelah kursi pemimpin diambilalih SBY.
Sri pernah disomasi SBY saat Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini masih menjabat sebagai Presiden.
Kala itu, tulisan Sri di Kompasiana berjudul Kejarlah Daku Kau Terungkap, viral.
Di situs resminya, Sri mencantumkan artikel soal ia disomasi SBY.
Pada 29 Desember 2013, ia mengutip artikel terbitan Tribunnews berjudul SBY Harusnya Lawan Saya Pakai Tulisan, Bukan Somasi.
Meski begitu, Sri beberapa kali sempat terlibat dalam Pemerintahan SBY.
Ia pernah bekerja sebagai staf khusus anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI pada 2007-2009.
Kemudian ia juga sempat menjabat Kepala Sekretariat Partai Koalisi Pendukung Pemerintah Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II pada 2010-2012.
Riwayat Pendidikan Sri Mulyono (berdasarkan catatan hingga 2017)
- SDN Ketanggi 1 Rembang, lulus 1982;
- SMPN 2 Rembang, lulus 1985;
- SMAN 2 Rembang, lulus 1988;
- Universitas Sriwijaya, FISIP, jurusan Administrasi Negara, lulus 1993;
- STIE IPWI Jakarta, Magister Manajemen konsentrasi Marketing, lulus 1999.
Pengalaman Pekerjaan Sri Mulyono (berdasarkan catatan hingga 2017)
- Dosen dan Kepala Perpustakaan AMIK SIGMA Palembang (1994-1995);
- Marketing PT Tenaga Tani Farma Jakarta (1996-1998);
- Dosen dan Staf STIE IPWI Jakarta (1998-2003);
- Dosen STAI Madina Ilmu, Depok (2001-2003);
- Dosen STAI Darul Qolam, Jakarta (2001 – 2003);
- Direktur SIGMA EO, Jakarta (2003 - 2006);
- Staf Khusus anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Prof. Dr. Subur Budhisantoso) (2007-2009);
- Kepala Sekretariat Partai Koalisi Pendukung Pemerintah (SetGab Koalisi) Kabinet Indonesia Bersatu JIlid II (2010-2012);
- Pendiri, Instruktur, dan dewan redaksi tribratanews.com (portal Polri) 2015;
- Mengelola media online Penaone.com dan Realita.co. HNN Indonesia.com.
Berita Tentang Kisruh Demokrat
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Reza Deni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/sri-mulyono.jpg)