Sambil Menangis, Bocah 7 Tahun Ucapkan 'Mama Mati, Mama Mati' ke Tetangga, Inilah Pesan Terakhir Ibu
Ihsan menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah AD (7) anak korban mendatangi seorang tetangganya bernama Abindin (75) sembari menangi
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM - 'I Love You Ayah', itulah kata-kata terakhir seorang ibu muda sebelum nekat akhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Kata-kata itu ia tuliskan dan minta sang anak untuk memotretnya dengan menggunakan handphone.
Diketahui, SS (28) ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di rumahnya yang terletak di Jalan Talang Kerangga Lorong Langgar Kelurahan 30 Ilir Kecamatan IB II Palembang, Senin (15/3/2021).
Korban ditemukan tergantung dengan selendang berwarna hitam.
Sebelum meninggal, SS ternyata sempat menuliskan kata-kata i love you ayah dan anak yang diduga sebagai pesan terakhirnya.
"Setelah menulis kata-kata itu, korban minta kepada anaknya yang masih berumur 7 tahun untuk mendokumentasikan tulisan itu melalui foto dari hp," ujar Kapolsek Ilir Barat II, Kompol M Ihsan saat dikonfirmasi, Selasa (16/3/2021).
Sontak kejadian ini begitu mengagetkan warga sekitar kediaman SS.
Ihsan menjelaskan, peristiwa itu pertama kali diketahui setelah AD (7) anak korban mendatangi seorang tetangganya bernama Abindin (75) sembari menangis terisak menceritakan kondisi ibunya.
Sambil menangis, AD terus berucap "mama mati mama mati" kepada tetangganya itu.
Kaget mendengar perkataan AD, Abindin lantas mengajak Rohima (52) tetangganya yang lain untuk memeriksa keadaan SS.
Betapa terkejutnya mereka sebab mendapati ibu muda itu sudah dalam kondisi tergantung pada kayu pintu bagian atas di ruangan kosong bagian belakang rumahnya.
"Saat itu korban sudah tergantung dengan selendang hitam yang menjerat lehernya. Untuk selanjutnya selendang itu juga kami jadikan sebagai barang bukti," ujar Ihsan.
Selajutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban termasuk meminta keterangan para saksi dan mencari barang bukti. Kami juga sudah melakukan olah TKP dan membawa korban ke RS untuk menjalani pemeriksaan forensik," ujarnya.
"Namun dari keluarga korban menolak untuk dilakukan proses otopsi sehingga hanya dilakukan pemeriksaan luar saja," kata Ihsan menambahkan.