Mahfud MD Sebut Sudah Tahu Siapa yang ada Dibelakang Penembakan Laskar FPI

Mahfud MD Sebut Sudah Tahu Siapa yang ada Dibelakang Penembakan Laskar FPI

Editor: Slamet Teguh
Kompas TV
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD 

"Demi fairness, kalau TP3 punya bukti seperti itu tadi, kapanpun kita tunggu, kita proses," tegas mantan politikus PKB ini.

Menurut Mahfud, dalam pertemuan tersebut pihak TP3 hanya melontarkan tuduhan hanya atas dasar keyakinan.

"Jangan hanya, 'Saya yakin itu terjadi'. Lho, saya yakin gerakan itu ada yang membiayai juga, tapi saya enggak punya bukti," terang Mahfud.

"'Kan saya enggak bisa membawa si A, si B, si C ke pengadilan (dengan tuduhan) membiayai, memberikan senjata," lanjutnya.

"Saya yakin juga si A, si B, si C membiayai ini, yang mengatur semua itu, gerakan itu. Tahu saya, tetapi saya tak punya bukti," tambah dia.

Baca juga: Menpora Angkat Bicara Usai Aprilia Manganang Disebut Laki-laki Padahal Banyak Prestasi Saat Wanita

Komnas HAM Sebut Banyak Hoaks  soal Penembakan 6 Laskar FPI

Penyelidikan masih terus dilakukan terkait kasus baku tembak antara anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) dan polisi, di sekitar jalan tol Jakarta-Cikampek, Karawang pada Senin (7/12/2020).

Baik Polri maupun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih terus mendalami kasus ini.

Komnas HAM menyebut, selama pihaknya melakukan pendalaman, di luar banyak beredar informasi bohong yang mengutak atik keterangan dari Komnas HAM dan dikaitkan dengan informasi-informasi lainnya.

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan oleh Komnas HAM, Senin (28/12/2020) siang, Komisioner Komnas HAM Amiruddin meminta masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi beredarnya hoaks seputar kasus penembakan laskar.

"Selama proses penyidikan Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta terutama karena tersebarnya informasi yang disebarkan oleh banyak orang, sebagian besar adalah hoaks," ujar Amiruddin.

"Ada yang berupaya mencampur aduk berita atau keterangan yang disampaikan oleh Komnas HAM, dicampur aduk dengan keterangan yang lain," sambungnya, dikutip dari YouTube Kompastv, Senin (28/12/2020).

"Atau keterangan Komnas HAM untuk peristiwa yang lain, dicampur aduk dengan peristiwa yang lain lagi."

Amiruddin dalam konpers itu menegaskan bahwa Komnas HAM masih dalam proses terus melakukan pendalaman.

"Kami mengharapkan masyarakat supaya berhati-hati dengan hoaks seperti ini," tegasnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved