Update Harga Karet

Harga Karet Sumsel Hari ini, Tren Kenaikan Masih Terus Berlanjut

Harga karet di Palembang, Sumsel pada hari ini, Selasa 09 Maret 2021 masih menunjukkan tren kenaikan.

TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO
Proses jual beli di salah satu Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Kabupaten Ogan Komering Ilir. Harga karet di Palembang, Sumsel pada hari ini, Selasa 09 Maret 2021 masih menunjukkan tren kenaikan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Palembang, Sumsel pada hari ini, Selasa 09 Maret 2021 masih menunjukkan tren kenaikan.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 66 per kg dibandingkan indikasi karet hari Senin 8 Maret untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Selasa (8/3/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 8 Maret 2021 Rp 21.685 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Selasa (9/3/2021) untuk KKK 100 persennya di harga Rp 21.751 per kg, artinya ada kenaikan Rp 66 per kg dibandingkan harga hari Senin.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 15.226 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 13.051 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 10.876 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 8.700 per kg.

"Kenaikan harga karet hari ini diduga dari adanya keseimbangan baru dimana supplay semakin menurun akibat memasuki musim gugur daun normal yang terjadi di bagian utara khatulistiwa yaitu Thailand, Vietnam dan Malaysia," katanya.

Selain itu sebagian Provinsi di Indonesia seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau juga mengalami musim gugur daun yang terjadi antara bulan Februari hingga April. 

"Sementara permintaan karet mulai meningkat seiring sudah mulai pulihnya sebagian negara importir karet seperti Cina dan Amerika Serikat," katanya.

Menurutnya, pergerakan harga karet diprediksi pada bulan Maret 2021 akan  normal berkisar antara ring Rp 19 ribu hingga Rp 21 ribu per kg untuk kadar karet kering (KKK) kualitas 100 persen.

Namun berapa lama bertahan tidak dapat diduga karena faktor lain dapat juga mempengaruhi harga menjadi menurun.

Rudi menambahkan, saat ini petani di Sumatera Selatan makin tertarik untuk bergabung atau membentuk UPPB baru karena dinilai lebih menguntungkan sehingga total UPPB yang sudah terbentuk ada 279 UPPB yang tersebar di 14 Kabupaten/Kota. 

"Untuk target di tahun 2022 kita naikkan dari 50 UPPB baru menjadi 75 UPPB, walaupun dengan anggaran yang semakin kecil dibandingkan dengan ketersediaan anggaran di Tahun 2021," katanya. 

Bahkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui anggaran Direktorat Jenderal Perkebunan akan memberikan reward kepada Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) terbanyak sepanjang tahun 2020.

"Sepanjang tahun 2020 di Kabupaten Banyuasin sudah terbentuk sebanyak 72 UPPB dan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sudah terbentuk 87 UPPB," katanya.

Reward yang akan diberikan berupa sarana pascapanen karet. Pada tahun 2021 ini akan diberikan kepada Kabupaten Banyuasian sebanyak 20 UPPB dan Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 10 UPPB.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved