Berita Empat Lawang

Cerita Rizki dan Aldo, 2 Bocah Jual Sapu, Jalan Kaki dari Lahat ke Empatlawang

Aku masih sekolah Ndung (ibu) aku muat (bikin) sapu lidi di rumah, terus aku disuruh untuk menjualnya.

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Aldo dan Rizki dua bocah asal Kikim Kabupaten Lahat yang menjajakan sapu di Tebing Tinggi Empat Lawang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Panas terik matahari di Jalan Km 3,5 Talang Banyu Tebing Tinggi telah menjadi sahabat bagi Aldo dan Rizki.

Dua bocah yang masih duduk di bangku SD ini banyak menghabiskan waktu sebagai penjaja sapu lidi.

Aldo dan Rizki biasa menawarkan sapu lidi pada tiap pengendara ataupun warga yang melintas di Talang Banyu, Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Adapun sapu lidi tersebut dijual seharga Rp 5.000 per ikatnya.

Dua bocah yang mengaku berasal dari Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat ini menjajakan sapu lidi atas dasar perintah orang tuanya.

"Aku masih sekolah Ndung (ibu) aku muat (bikin) sapu lidi di rumah, terus aku disuruh untuk menjualnya," tutur Rizki kepada tribunsumsel.

Rizki juga menambahkan dirinya mau menjajakan sapu karena memang sekolahnya masih menerapkan sistem belajar secara daring dari rumah.

"Sekarang sekolah masih online jadi saya bebas bisa kemana saja", tambah Rizki.

Yudi, salah satu warga Talang Banyu, Tebing tinggi mengatakan memang Aldo dan Rizki telah lama menjajakan sapu lidi di Tebing Tinggi. Bahkan mereka tidak jarang meminta pengendara ataupun warga yang melintas untuk membeli dagangannya.

"Dua anak ini memang sudah beberapa bulan ini sering menjajakan sapu lidi di sini, tidak jarang juga mereka pernah meminta saya kedua kalinya untuk membeli dagangannya. Padahal saya sudah pernah beli pada mereka sebelumnya" ujar Yudi.

Baca juga: Pria 52 Tahun di Palembang Ditangkap Gegara Tebang Pohon, Ngaku Baru Sekali, Terhimpit Ekonomi

Baca juga: Bikin Akta Kelahiran Bisa di Bidan, Juga Dokumen Administrasi Kependudukan Lain, Ini Syaratnya

Wahyu warga lainnya juga menambahkan saat malam tiba dua bocah ini sering memberhentikan mobil untuk meminta tumpangan pulang Kikim Barat Lahat.

"Kalau sudah malam biasanya mereka menghentikan dan meminta pulang pada mobil yang lewat di depan sini," tambah Wahyu.

Aini, salah seorang warga Tebing Tinggi yang sering melintas di jalan tempat Aldo dan Rizki menjajakan sapu lidinya menyampaikan harus ada tindakan dari pihak berwenang.

"Dua anak ini kan seharusnya ada di rumah untuk belajar memang pemenuhan kebutuhan ekonomi tidak bisa kita hindari, tapi alangkah baiknya jika kegaitan ini hanya dijadikan sampingan saja dan tidak mengganggu sekolah mereka. Saya sih berharap ada tindakan dari pihak terkait", ujar Aini.

Kemudian Aini juga menambahkan alangkah baiknya jika pemerintah kebupaten Empat Lawang melakukan berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Lahat agar ada tindak lanjut karena memang Aldo dan Rizki masih mempunyai kewajiban pokok untuk belajar.

"Walapun Aldo dan Rizki bukan warga kabupaten Empat Lawang, sebaiknya ada koordinasi dengan pemerintah Alamat Aldo da Rizki karena memang seharusnya mereka berdua belajar," tambah Aini.

Ikuti Kami di Google Klik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved