Bentrok Pendekar vs Warga, Berawal dari Suara Knalpot Bising
Bentrok kelompok pendekar dengan warga di Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu membuat heboh.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kelompok pendekar bentrok dengan warga.
Bentrok kelompok pendekar dengan warga di Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu membuat heboh.
Bahkan, video bentrokan ramai terlihat di media sosial (Medsos).
Arus lalu lintas penghubung Karanganyar dengan Magetan sempat macet parah, Sabtu (27/2/2021).
Hal itu terjadi karena bentrokan antara kelompok pendekar dengan warga terjadi di Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.
Seorang saksi mata dan tukang parkir di wilayah tersebut, Bes Hariyanto menjelaskan, saat baku hantam membuat ruas lalu lintas sempat lumpuh.
"Tadi jumlah mereka ada sekitar 500 orang, dan semuanya memenuhi jalanan," ungkap dia kepada TribunSolo.com.
Suasana jalanan semakin kacau saat kedua belah pihak baku hantam.
"Semuanya turun ke jalan," ujarnya.
"Kejadian sekitar jam 12 siang dan polisi tiba 15 menit kemudian," terangnya.
Warga memberikan kesaksian saat detik-detik bentrokan gara-gara knalpot brong pendekar yang tengah konvoi.
Kejadian di Cemoro Kandang, jalur Tawangmangu-Magetan di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/2/2021).
Suara berisik knalpot milik kelompok pendekar itu membangkitkan amarah warga sekitar karena membuat telinga sakit.
Terutama dari tukang parkir yang dengan tegas menegur.
Akibatnya perselisihan tak dapat dihindarkan, dan warung sejumlah pedagang di Cemoro Kandang menjadi korban.