Breaking News:

Berita Politik

Mantan Ketua DPR Ini Ikut Dipecat Partai Demokrat, Marzuki Alie Tunggu SK

Pemecatan menjelang KLB (kongres luar biasa) tidak syah. Karena KLB Konstitusional dan diatur dalam AD/ART.

tribunnews.com/oro
Marzuki Alie termasuk satu dari sejumlah nama yang disebut dipecat dari Partai Demokrat jelang KLB. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -Tindakan DPP Partai Demokrat yang memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap atau memecat dengan tidak hormat kepada 7 kader yang terlibat dalam gerakan kudeta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menyikapi hal tersebut Marzuki Alie menganggapnya santai, dan masih menunggu surat resmi dari partai yang membesarkannya tersebut.

"Belum terima SKnya (Surat Keputusan pemecatan)," ucapnya.

Mantan ketua DPR RI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) inipun enggan berkomentar banyak, sebelum menerima SK resmi dari partai Demokrat.

"Bukan SK (merujuk rilis putusan DPP Partai Demokrat)," jelasnya.

Sebelumnya hal yang sama disampaikan Syofwatillah Mohzaib alias Opat, yang namanya ikut dipecat bersama 7 kader senior Demokrat lainnya. Ia pun menilai pemecatan itu tidaklah sah.

"Pemecatan menjelang KLB (kongres luar biasa) tidak syah. Karena KLB Konstitusional dan diatur dalam AD/ART," ucap Opat.

Menurut mantan anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Sumsel ini, tetap optimis jika KLB partai Demokrat tetap berlangsung, dan ia meminta untuk bersabar.

"Sabar dan tunggu baelah, dak lama lagi kebenaran akan menang. Waktu akan membuktikan siapa yang berjuang dan berkorban untuk kebesaran partai Demokrat, dan siapa yang  demi kepentingan pribadi dan keluarga. Dan pada saatnya masyarakat Indonesia akan membuktikan juga, apakah KLB hanya keinginan kami tujuh orang ini saja atau ratusan pimpinan di seluruh daerah di Indoensia," sesumbarnya.

Baca juga: Cerita Ania Trisna Komisioner KPU Musirawas, Saat Pilkada Bawa Kasur ke Kantor KPU, Korban Perasaan

Baca juga: Gegara Pecat TKS Selingkuh, Kepala Dinas Sosial Ogan Ilir Disomasi Pengacara Pelakor

Mantan sekretaris DPD Demokrat Sumsel ini pun menilai, adanya putusan itu menunjukkan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan AHY, melakukan pemecatan kader senior untuk memuluskan langkah dinasti dan oligarki mereka di partai demokrat.

"Tapi yang dipecat bangga, karena membela kebenaran, melakukan jihad politik mendukung upaya membebaskan partai Demokrat dari pengkerdilan melalui pembelokkan cita- cita luhur para pendirinya, yaitu dari partai modern dan terbuka menjadi partai ekslusif dinasti yang oligarki," tandasnya.

Selain itu, Opat pun menyatakan pemecatan itu akan menjadikan gerakan pendukung KLB yang selama ini masih sembunyi- sembunyi akan menyatakan sikap tegas.

"Justru dengan pemecatan ini, seluruh kader PD (Partai Demokrat) di seluruh tanah air, baik pengurus maupun kader akan makin semangat mendukung KLB," tukasnya

Sebelumnya, DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat kepada 7 kader yang terlibat dalam gerakan kudeta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu berdasarkan desakan para Ketua DPD dan Ketua DPC untuk memecat para pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD)

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved