Berita Kriminal OKI

Mabuk Miras, 2 Pemuda Bacok Kades Pedamaran VI OKI Pakai Parang, 1 Pelaku Ditangkap 1 Masih Diburu

Korban kemudian turun dari mobil dan mendorong para pelaku agar menjauh, para pelaku yang tidak terima langsung mengambil parang.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Ari (25 tahun) satu dari 2 pelaku pembacokan terhadap Kepala Desa Pedamaran VI dan anaknya yang terjadi di jembatan, Jumat (26/2/2021) malam berhasil diamankan polisi Sabtu (27/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Hanya berselang beberapa jam terduga pelaku penganiayaan Kepala Desa Pedamaran VI, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berhasil dibekuk, Sabtu (27/2/2021) pagi.

Dalam keterangan rilisnya, Kapolsek Pedamaran Iptu Tuswan, melalui Kanit Reskrim Ipda Husin Kusuma mengatakan salah satu pelaku telah ditangkap.

"Tadi malam sekitar jam 23.30 WIB mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang bersembunyi di Desa Sriguna Kecamatan Teluk Gelam," katanya.

Berdasarkan informasi tersebut anggota kepolisian langsung menuju ke tempat persembunyian pelaku.

"Setelah sampai di lokasi yang dituju akhirnya dilakukan penangkapan terhadap Ari (25 tahun) asal Desa Serinanti dan ditemukan barang bukti sebilah parang panjang," terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, untuk lokasi kejadian berada di jembatan penghubung Desa Serinanti dan Desa Sukadamai Kecamatan Pedamaran dengan penganiayaan sekitar pukul 17.30 WIB kemarin.

"Dua orang pelaku yang diduga sedang mabuk minuman keras itu menghadang mobil korban kemudian disuruh minggir," katanya.

"Korban kemudian turun dari mobil dan mendorong para pelaku agar menjauh, para pelaku yang tidak terima langsung mengambil parang yang ada di dekat jembatan," katanya lebih lanjut. 

Baca juga: Janda 4 Anak Dicopet di Angkot, Uang Untuk Operasi Mata Hilang, Datangi Polda Sumsel Sambil Menangis

Baca juga: Maling di Rumah Tetangga, Remaja di Palembang Sempat Tidur di Plafon Rumah, Korbannya Ditusuk Pisau

Masih kata Kanit, dengan membawa sebilah parang seorang pelaku mengayunkan ke arah Serda Rio Irawan (anak korban) yang hendak keluar dari mobil mengenai tangan sebelah kanan.

"Kemudian membacokkan parangnya kembali ke tubuh Gusman (Kades Pedamaran VI) dan mengenai sikut kanan dan setelah itu pelaku melarikan diri," bebernya.

Akibat kejadian tersebut masing-masing korban mengalami luka bacok dan menuntut secara hukum.

"Kemudian pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolres OKI untuk proses penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Pelaku Kerap Lakukan Pungli

Sebelumnya, pesan yang beredar luas di masyarakat menyebutnya salah seorang kepala desa Pedamaran VI, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi korban pembacokan, Jumat (26/2/2021) malam.

Hal tersebut dibenarkan, Deni warga Desa Pedamaran VI saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Dari informasi yang didapatkan, Deni menyebutkan kepala desa itu sebelumnya sempat terlibat cekcok dengan pemuda yang kerap melakukan pungutan liar (pungli).

"Iya benar, Kades kami Gusman beserta anaknya menjadi korban pembacokan tadi sore sekitar jam 17.30 saat melintas dekat Jembatan Desa Serinanti," ujarnya hingga keduanya dibawa ke Puskesmas terdekat.

Dikonfirmasi lebih lanjut, Sekretaris Camat Pedamaran, Gusnadi Oesen mengatakan awal mula mobil yang dikendarai kades tersebut diberhentikan oleh sekelompok anak muda yang hendak meminta pungutan liar.

"Tadi sore kades bersama anaknya dan dua orang lainnya sedang mengendarai mobil. Ketika hendak melintas di lokasi tiba-tiba mobilnya mendadak diberhentikan,"

"Lantas Pak Gusman langsung turun dari mobil dan menegur mereka, tanpa alasan para pemuda ini langsung mengapak (membacok-red) kades bersama anaknya,"
terangnya.

Masih kata Sekcam, atas kejadian tersebut kedua korban mengalami luka bacokan di bagian lengan tangan dan segera dibawa ke Puskesmas terdekat.

"Untung saja keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas. Keadaan pak Gusman sudah membaik dan pulang ke rumah, sedangkan anaknya dibawa ke RSUD Kayuagung untuk mejalani perawatan dan di rontgen," jelasnya.

Diceritakan kembali, di lokasi kejadian memang kerap kali terjadi tindak pungli (pemalakkan-red). Bahkan sebagian masyarakat sudah sangat resah.

"Para pemuda itu memang sudah meresahkan warga sekitar," tuturnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved