Breaking News:

Berita Lahat

Ini Sosok Polisi yang Selamatkan Junaidi Dari Amuk Massa, Kasus Pembunuhan Gegara Peloroti Celana

Bersama anggotanya, lelaki yang mengawali karir di Kepolisian dari Sekolah Bintara Polisi Sukarela (Sebapolsub 88) ini melaju ke lokasi kejadian.

SRIPO/EHDI AMIN
Kapolsek Kota Lahat Iptu Irsan Rumsi SE. 

"Pas kita keluarkan pelaku masih ada warga yang tampak emosi dan memang kita maklumi. Bahkan, saat ada warga yang hendak memukul pelaku anggota kita berupaya melindungi hingga ada anggota kita yang kena pukul. Namun, anggota tak beriaksi fokus membawa pelaku ke mobil hingga berhasil dibawa, "ujarnya.

Irsan sendiri tahu apa yang akan terjadi jika ia bersama anggotanya terlambat datang. Tak hanya nyawa Junaidi, namun bisa juga kediaman Kades karena massa meminta agar kades tak melindungi.
Namun, sebagai Kades tentu sekuat tenaga berupaya agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan meski yang dilindungi pelaku pembunuhan.

"Hingga saat ini kita bersyukur warga dan pihak keluarga sudah tenang dan mempercayakan proses hukum kepada kami. Kita juga sudah panggil kades ke dua desa, warga dan pihak keluarga agar persoalan ini tidak melebar, "sampainya.

Sementara, sosok Iptu Irsan Rumsi, SE sendiri merupakan sosok senior di lingkungan kepolisian. Menghabiskan karir di unit Reskirin dan pernah menjabat Kanit Pidsus, Kanit PPA, Kanit Pidkor, Kanit Res Polsek Merapi Polres Lahat membuat Irsan merupakan salah satu sosok panutan.

Lelaki yang pernah tergabung di Operasi Jaring Merah di Provinsi Aceh ini juga memegang penghargaaan Satya Lencana Gom Herakan Operasi Militer VII.

"Sejak kecil memang cita jadi polisi. Ayah saya TNI. Polisi itu pekerjaan yang amar ma'ruf nahi munkar. Dan meminjam pesan bapak Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri, MM polisi yanb baik di surga dan polisi yang jahat berada di keraknya neraka, "sampainya, seraya menyikapi kasus pembunuhan terhadap Darsan sendiri, Irsan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Terlebih, hanya berawal dari candan

Sebelumnya, terjadi perisitiwa pembunuhan di Desa Batai korbanya Darsan dan pelakunya Junaidi.

Kronoligis kejadian bermula saat keduanya bertemu di lokasi hajatan warga setempat. Keduanya yang merupakan teman kecil kemudian bertemu di lokasi.

Maksud hati bercanda, Darsan kemudian meloroti celana Junaidi di lokasi hajatan. Junaidi pun merasa malu dan menilai berlebihan apa yang dilakukan Darsan, hingga emosinya memuncuk.

Sejurus, Junaidi mengeluarkan senjata tajam jenis Kuduk dan menikamkanya ke dada Darsan, hingga membuatnya tersungkur dan tewas di lokasi. Hingga berita ini dibuat pelaku sendiri sudah diamanakan di Polsek Merapi.

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved