Harga Karet Sumsel
Apa itu Kadar Karet Kering (KKK) yang Membuat Harga Karet Melambung Tinggi, Petani WAJIB TAHU
Harga karet di Provinsi Sumatera Selatan sejak awal tahun 2021 baru hari ini, Senin (22/2) tembus harga diatas Rp 20 ribu yakni Rp 20.432 per kg.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: M. Syah Beni
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Disaat harga karet KKK tembus Rp 20.000 perkilogram namun di tingkat petani harganya masih berkisar Rp 6000 sampai 8000 perkilogram.
Apa yang membuat harga ini berbeda ?
Untuk diketahui bahwa penjual getah karet sangat dipengaruhi dengan Kadar Karet Kering (KKK). Semakin besar persentase KKK nya maka harganya semakin tinggi.
Beriku Daftar Harga Karet Berdasarkan Tingkat KKK yang dirilis Dinas Perdagangan Sumsel dan Gapkindo
1. Harga Kadar Karet Kering (KKK) 100 Persen Rp 20.432
2. Harga Kadar Karet Kering (KKK) 70 Persen Rp 14.302
3. Harga Kadar Karet Kering (KKK) 60 Persen Rp 12.259
4. Harga Kadar Karet Kering (KKK) 50 Persen Rp 10.216
5. Harga Kadar Karet Kering (KKK) 40 Persen Rp 8.173
Nah, untuk mendapatkan harga jual tinggi artinya di tingkat petani harus meningkatkan Kadar Karet Kering (KKK)
Bagaimana caranya ?
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Senin (22/2/2021) mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan harganya rendah seperti kadar karet kering (KKK) ditingkat petani di bawah 50 persen disebabkan karena umur simpan bokar mereka tidak sampai 1 minggu.
Biasanya umur 2-3 hari sudah mereka jual, mengingat kebutuhan rumah tangga yang mendesak.
Masih kata Rudi, yang lebih parah lagi masih adanya kebiasan petani merendam karet ke dalam kolam dan tidak menjaga kebersihan karet dari tatal serta tanah.