Breaking News

Arti Kata

Arti Tabayyun Dalam Islam, Ini Penjelasan dan Pentingnya Melakukan Tabayyun

Berikut ini Arti Tabayyun Dalam Islam, Ini Penjelasan dan Bahaya Jika Tidak Tabayyun Mungkin anda sering mendengar kata Tabayyun baik itu untuk diri

Penulis: Abu Hurairah | Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
Arti Tabayyun Dalam Islam, Ini Penjelasan dan Pentingnya Melakukan Tabayyun 

Hadits-hadits Rasulullaah saw dapat diteliti keshahihannnya antara lain karena para ulama menerapkan prinsip tabayyun ini.

Begitu pula dalam kehidupan sosial masyarakat, seseorang akan selamat dari salah paham atau permusuhan bahkan pertumpahan darah antar sesamanya karena ia melakukan tabayyun dengan baik.

Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman agar selalu tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak meyesal di kemudian hari seperti yang tertuang dalam surat Al Hujurat ayat 6.

Baca juga: Arti Kata Insecure dalam Bahasa Gaul, Istilah Populer yang Lagi Viral di Media Sosial

Baca juga: Arti Anta Kalbun Kosa Kata yang Berasal dari Bahasa Arab, Berikut Penjelasannya

Lalu, mengapa kita harus Tabayyun?

Bahaya Meninggalkan Tabayyun

1. Menuduh orang baik dan bersih dengan dusta

Seperti kasus yang menimpa istri Rasulullaah saw yaitu Aisyah ra.

Ia telah dituduh dengan tuduhan palsu oleh Abdullaah bin Ubai bin Salul, gembong munafiqin Madinah.

Isi tuduhan itu adalah bahwa Aisyah ra telah berbuat selingkuh dengan seorang lelaki bernama Shofwan bin Muathal.

Padahal bagaimana mungkin Aisyah ra akan melakukan perbuatan itu setelah Allaah swt memuliakannya dengan Islam dan menjadikannya sebagai istri Rasulullaah saw.

Namun karena gencarnya Abdullaah bin Ubai bin Salul menyebarkan kebohongan itu sehingga ada beberapa orang penduduk Madinah yang tanpa tabayyun, koreksi dan teliti ikut menyebarkannya hingga hampir semua penduduk Madinah terpengaruh dan hampir mempercayai berita tersebut.

Tuduhan ini membuat Aisyah ra goncang dan stress, bahkan dirasakan pula oleh Rasulullaah saw dan mertuanya. Akhirnya Allaah swt menurunkan ayat yang isinya mensucikan dan membebaskan Aisyah ra dari tuduhan keji ini[baca QS Annuur 11-12].

2. Timbul kecemasan dan penyesalan

Diantara shahabat yang terpengaruh oleh berita dusta yang disebarkan oleh Abdullaah bin Ubai bin Salul itu adalah antara lain Misthah bin Atsasah dan Hasan bin Tsabit.

Mereka itu mengalami kecemasan dan penyesalan yang dalam setelah wahyu turun dari langit yang menerangkan duduk masalahnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved