Breaking News:

2 Perempuan Masih Menyusui Ini Ditahan Terpaksa Ajak Anak Balitanya, Komnas HAM Kritik Aparat Hukum

Komnas HAM meminta supaya kepolisian berhati-hati dalam menangani kasus ini agar tidak melukai rasa keadilan masyarakat

Kompas.com/ Kristian Ediarto
Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsari mengkritik keputusan aparat keamanan menahan empat perempuan yang melempar atap pabrik di NTB. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Dua perempuan warga Desa Wajageseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang ditahan terpaksa membawa anak balitanya karena sedang menyusui.

Kedua perempuan itu ditahan karena melempar atap pabrik tembakau.

Atas kejadian ini, Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) mengkritik tindakan aparat hukum.

Duduk perkara masalah ini bermula saat empat perempuan melempari atap pabrik tembakau.

Sebab Warga mengeluh sesak napas dan terganggu bau yang berasal dari pabrik tersebut.

Empat perempuan itu kini ditahan atas ulah melepar atap pabrik.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsari mengatakan, empat perempuan itu tidak sepantasnya ditahan aparat penegak hukum karena sejumlah alasan.

"Saya kira mereka tidak selayaknya ditahan karena alasan kemanusiaan dan juga tidak ada potensi melarikan diri," ujar Beka, kepada Kompas.com, Minggu (21/2/2021).

Beka meminta supaya kepolisian berhati-hati dalam menangani kasus ini agar tidak melukai rasa keadilan masyarakat.

Untuk itu, menurut Beka, sudah kepolisian menerapkan prinsip restorative justice atau keadilan restoratif.
Pendekatan ini juga sejalan dengan wacana penguatan restorative justice, sebagaimana dikemukakan pemerintah belakangan ini.

Baca juga: Kepala Sapi Dilemparkan Perairan Tanjung Carat, Awal Pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-Api

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved