Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Petani Kesulitan Pupuk, Anggota DPR RI Pertanyakan Hasil Subsidi Pupuk Rp 33 Triliun

Anggota Komisi IV DPRRI, Rizky Aprilia menanggapi keluhan petani tentang kelanggkaan pupuk subsid di masa tanam.

TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Petani di Tanjung Harapan Kelurahan Moneng Sepati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau sedang membersihkan rumput di pematang sawahnya. Anggota Komisi IV DPRRI, Rizky Aprilia saat menggelar reses di Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara mengaku telah mendengar keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk subsidi di masa tanam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Saat ini sudah memasuki musim tanam padi, ratusan petani di Kota Lubuklinggau dan Musi Rawas, Sumatera Selatan mengeluhkan sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.

Sulitnya pupuk subsidi diproleh di pasaran membuat para petani terpaksa membeli pupuk non-subsidi yang harga dua kali lipat bila dibanding pupuk subsidi.

Triyono salah satu petani di Keluarahan Air Satan Kecamatan Muara Beliti mengaku sudah berkeliling mencari pupuk subsidi ke Kecamatan Tugu Mulyo hingga wilayah Kota Lubuklinggau.

Namun, hampir semua penjaga toko yang didatanginya mengatakan bila  pupuk subsidi dipasaran sedang kosong.

"Rata-rata toko yang saya datangi mengatakan sedang kosong, harganya ada Rp 150 ribu. Tapi barangnya tidak ada," kata Triyono pada wartawan, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: Proyek Tol Lubuklinggau-Bengkulu Lanjut, Warga Ramai Urus Sertifikat, Minta Ganti Rugi Ratusan Juta

Triyono bercerita sulitnya mendapat pupuk subsidi dipasaran membuat dirinya bersama puluhan petani lainnya terpaksa menggunakan pupuk non subsidi.

"Kemarin terpaksa beli yang non subsidi, karena subsidi sekarang sedang kosong, 100 Kg kemarin saya beli harganya Rp 550 ribu, jadilah  untuk satu kali pemupukan," ungkapnya.

Triyono terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk non subsidi tersebut karena khawatir padi yang baru ditanamnya tidak berkembang dan khawatir mengalami kerugian lebih besar lagi.

"Biasanya dalam sekali musim tanam kami hanya mengeluarkan uang Rp 400- Rp 500 ribu. Namun akibat tidak tidak ada pupuk subsidi ini pengeluaran kami double, tapi biarlah biarlah kami rugi dari pada kami gagal panen," ujarnya.

Sementara Anggota Komisi IV DPRRI, Rizky Aprilia saat menggelar reses di Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Musi Rawas Utara mengaku telah mendengar keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved