Breaking News:

Berita Palembang

Kisah Nonacik Guru Honor Nyambi Jual Kangkung, Mengabdi 33 Tahun Sejak 1989,Pagi Ngajar Malam Jualan

Perempuan berusia 57 tahun ini tercatat sudah hampir 33 tahun menjadi seorang guru honorer. Namun, ia tetap semangat mengajar.

SRI HIDAYATUN/TRIBUNSUMSEL.COM
Nonacik, guru honorer di Palembang yang sudah mengabdi sejak tahun 1989. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Nonacik yang telah memasuki usia lansia ini masih tampak begitu semangat menjalankan pekerjaan sehari-harinya sebagai guru di SDN 10 Palembang.

Perempuan berusia 57 tahun ini tercatat sudah hampir 33 tahun menjadi seorang guru honorer. Namun, ia tetap semangat mengajar walaupun gaji yang ia terima tak seberapa.

Bahkan di tengah pandemi saat ini ia harus berjuang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi anggota keluarganya.

"Saya menjadi guru honorer sudah 33 tahun sejak 1989 sampai sekarang ini, memasuki 57 usia saya tetap semangat mendidik anak bangsa sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya, Rabu (17/2/2021).

Namun, dampak pandemi Covid-19 turut dirasakan di sektor pendidikan, terutama bagi para guru honorer.

Kata dia, untuk menutupi kekurangan gaji tersebut dirinya mencari penghasilan tambahan dengan menjadi pengepul berjualan kangkung mengambilnya di daerah Gandus. Setelah itu dibawa pulang ke rumah menjelang pukul 01:00 WIB dini hari, kangkung tersebut dijual kembali di Pasar Jakabaring.

Baca juga: Hujan Pagi Hari, Prediksi Cuaca Sumsel Hari Ini 18 Februari 2021 Berawan Saat Malam Hari

"Menjelang subuh pulang ke rumah, setelah sholat subuh saya masak untuk mempersiapkan sarapan pagi. Selesai masak bersiap-siap berangkat kerja menjadi tenaga pendidik honorer di SD N 10 Palembang," cerita Nonacik.

Pekerjaan tambahan ini sudah dilakukannya sejak lama dan dimasa pandemi covid-19 sekarang ini.

Suami bekerja serabutan terkadang bekerja terkadang tidak, bahkan kebanyakan di rumah saja. Dari hasil kerja keras selama ini, ia bisa melanjutkan ke perguruan tinggi di Universitas Terbuka (UT), sekarang ini baru memasuki semester V.

Semangat dan kemauan, mengenai umur tidak menjadi alasan demi mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi sama, seperti teman-teman saya pada umumnya.

"Besar harapan saya di usia senja ini sekarang ini kiranya untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K)," ujarnya dengan nada penuh harapan. Harapan ini ia sampaikan, pasalnya dia mulai mengabdi menjadi guru honorer ini gajinya hanya 15.000, dan lama -lama naik menjadi 300.000.

"Alhamdulillah, dengan adanya insentif tambahan dari Pemerintah Kota (Pemkot)bertambah menjadi 1 juta rupiah saat ini," katanya.

Dengan gaji 1 juta tersebut, lanjut dia untuk menghidupi keempat anak nya, yang keduanya kuliah di perguruan tinggi swasta, dan yang satunya sudah tamat kuliah. "Kedua anak saya lagi sekarang masih mengenyam pendidikan SMK," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved