Breaking News:

Pengakuan Pencuri Rudakpaksa Pemilik Rumah di Banyuasin, Cabul Meski Korban Memohon dan Ada Anaknya

Tak tahan melihat kemolekan tubuh korban KW (30), membuat tersangka M Jumro tak kuat menahan nafsunya.

M ARDIANSYAH/TRIBUNSUMSEL.COM
Tersangka M Jum. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tak tahan melihat kemolekan tubuh korban KW (30), membuat tersangka M Jumro tak kuat menahan nafsunya.

Setelah meminta sejumlah barang berharga milik korbannya berupa anting, dompet, ponsel, tersangka malah melakukan tindak asusila terhadap korban. 

Pencurian disertai tindak asusila yang dilakukan terhadap korban di rumah, Jalan Pangkalan Benteng Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, membuat korban trauma. 

Pengakuan tersangka yang merupakan warga  Perumahan Jalan Depati Lk III RT 010 Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu Muba, tidak ada  niat untuk melakukan rudapaksa terhadap korban. Awalnya ia hanya berniat mencuri di rumah korban.

"Setelah aku ketuk pintu dan dibuka korban, langsung aku dorong korban. Saat korban terjatuh, langsung aku ancam pakai golok. Korban tidak sadar, saat aku dorong, baju korban terbuka," ujar tersangka yang meringis kesakitan, Rabu (17/2/2021).

Setelah mengambil sejumlah barang milik korban, tersangka yang tak tahan melihat tubuh korban langsung melakukan rudapaksa terhadap korban.

Mengancam menggunakan golok, tersangka melakukan rudapaksa terhadap korban. Karena ketakutan, korban hanya bisa pasrah atas apa yang diminta tersangka. 

Saat tersangka akan melakukan rudapaksa, korban mengatakan bila ia sedang datang bulan. Namun, niat tersangka tidak lantas berhenti. Tersangka tetap ingin melampiaskan nafsunya terhadap korban.

"Aku paksa korban, pokoknya harus mau. Jadi pakai cara lain, walaupun korban sedang haid," ujar tersangka.

Tersangka yang sudah tidak tahan, langsung membawa korban ke kamar tidur. Di dekat anaknya yang sedang tertidur, tersangka memaksa korban agar hasratnya bisa terlampiaskan. 

"Korban itu pakai baju daster. Makanya saat aku dorong korban, kancing bajunya lepas dan bagian bawah terangkat. Disitu aku muncul niat," ungkap tersangka. 

Karena takut korban berteriak, tersangka terus mengancam korban menggunakan golok. Korban yang berada di bawah ancaman golok, harus melayani permintaan tersangka.

Melihat anak korban yang sedang tertidur, tersangka sempat meminta kepada korban agar lampu dipadamkan. Sehingga, kondisi saat itu dalam keadaan gelap. 

"Sepertinya suami korban itu tidak ada. saat itu ada korban dan anaknya saja. Karena melihat tubuh korban, aku berniat seperti itu. Korban sempat aku ancam, untuk tidak teriak. Setelah selesai, aku langsung kabur," pungkasnya.
 

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved