Breaking News:

Update Harga Karet

Harga Karet di Sumsel Hari ini Melesat Naik, Rp 19.460 Per Kg Untuk KKK 100 Persen

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) melesat naik. Indikasi harga karet hari ini Rabu 17 Februari 2021 naik Rp 484 per kg dibanding kemarin.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Seorang Pria menyadap karet. Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) melesat naik. Indikasi harga karet hari ini Rabu 17 Februari 2021 naik Rp 484 per kg dibanding kemarin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini melesat naik.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 484 per kg dibandingkan indikasi karet hari Selasa, 16 Februari untuk KKK 100 persen," kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian MSi, Rabu (17/2/2021).

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada 16 Februari 2021 Rp 18.976 per kg.

Sedangkan harga karet hari ini, Rabu (17/2/2021) untuk KKK 100 persen Rp 19.460 per kilogram, artinya ada kenaikan Rp 484 per kg.

Lalu untuk KKK 70 persen diharga 13.622 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.676 per kg, KKK 50 persen diharga Rp 9.730 per kg, dan KKK 40 persen diharga Rp 7.784 per kg.

Baca juga: Gubernur Herman Deru Dorong Penerapan Aspal Karet Lateks di Sumsel

Rudi menjelaskan setidaknya ada enam hal yang mempengaruhi harga karet yaitu nilai tukar rupiah terhadap dollar, penggunaan karet sintetis sebagai kompetitor karet alam,

Lalu supplay dan demand di pasar karet Internasional, perkembangan industri berbahan baku karet, faktor cuaca dan hama penyakit serta permainan spekulan di Pasar Berjangka International.

"Disamping harga karet di Bursa Singapore Comodity (Sicom) mengalami kenaikan, didorong lagi faktor pelemahan Rupiah terhadap Dollar sehingga karet dalam negeri terdongkrak naik Rp 484," katanya.

Menurutnya, Sumsel ini kadar karet kering yang paling banyak dijual masyarakat yaitu, kalau non UPPB (Unit Pengolahan dan Pemasaran Bahan Olahan Karet (Bokar)) KKK dibawah 50 persen, sedangkan kalau UPPB antara 50 persen sampai 60 persen.

Baca juga: Harga Karet Terus Naik, Gapkindo Beberkan Ini Penyebabnya 

Rudi pun memberikan tips agar kadar karet kering ditingkat petani lebih maksimal atau bahkan bisa 100 persen. Caranya yaitu pakai bahan pembeku yang dianjurkan dan harus seragam. Bisa  pakai Specta, Asap Cair atau Deorub.

Lalu umur bahan olah karet rakyat (Bokar) harus sama, misal kalau umur seminggu dijual seragam umur seminggu. Jangan dicampur dengan Bokar yang ber umur 2 atau 3 hari.

Kemudian, tidak boleh direndam dan dicampur dengan bahan bukan karet, makin cepat ditumpahkan dari bak pembeku makin tinggi KKK nya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved