Berita Musirawas
Ratna Machmud Tunggu Kabar Pelantikan, Bakal Gratiskan Ibu Melahirkan
Bupati Musi Rawas terpilih Hj Ratna Machmud menyatakan masih menunggu kepastian kapan pelantikan dirinya menjadi Bupati.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Bupati Musi Rawas terpilih Hj Ratna Machmud menyatakan masih menunggu kepastian kapan pelantikan dirinya menjadi Bupati Musi Rawas.
Dalam Pilkada Musi Rawas 2020 lalu, Ratna terpilih sebagai Bupati setelah berpasangan dengan Wakil Bupati Musi Rawas sebelumnya Hj Suwarti.
Ratna menyatakan sudah dapat laporan, kemungkinan pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati Musi Rawas akan dilaksanakan pada
tanggal 26 Febuari 2021 mendatang.
"Nanti baru diketahui resminya setelah surat edaranya sudah diterima, tapi untuk tanggalnya itu kemungkinan tanggal 26 atau maju tanggal 25, karena tanggal 26 itu hari Jumat, semuanya belum pasti," ungkap Ratna pada wartawan, Selasa (15/2/2021).
Baca juga: Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy Pimpin Sumpah Tidak Terlibat Narkoba
Ratna mengaku tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi pelantikan, Namun ia menegaskan lebih kepada mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Bila kedepan menggunakan vidcon, artinya saya sendiri, sementara bila di Musi Rawas hanya boleh 25 orang hadir, tentu lima orangnya keluarga dekat saya. Kalau sudah ada surat edarannya nanti baru kita siapkan siapa saja," ujarnya.
Sedangkan untuk persiapan pribadi, Ratna mengaku saat ini lebih fokus kepada menjaga kesehatan dan mempersiapkan sesuatu bila ada sesi kata sambutan dari Bupati Musi Rawas terpilih.
"Lalu untuk pakaian lebih kepada menyesuaikan saja, karena aturannya sudah ada dari Kemendagri. Untuk bajunya sudah saya siapkan karena sudah ada aturan. Baju itu tidak terlalu penting namun ada makna dimana saya sebagai bupati harus disematkan pangkat dan mengambil sumpah untuk memimpin Musi Rawas," ungkapnya.
Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Musi Rawas kedepan, Ratna mengatakan akan langsung bekerja memetakan masalah-masalah yang ada di kabupaten Musi Rawas dan mencari solusinya.
"Yang pertama akan dilakukan di Musi Rawas setelah dilantik adalah bekerja, saya bangga sebagai wanita bisa memipin Musi Rawas dan harus kerja memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Musi Rawas," ujarnya
Hanya saja, untuk masalah program kedepan, karena ia baru menjabat di bulan akhir Febuari tentu semua program sudah ada dari pemimpin sebelumnya, khusus dibidang perempuan ia mendorong adanya program perlindungan hak-hak perempuan.
"Prioritas saya kedepan menggratiskan ibu-ibu melahirkan dan akan memperhatikan ibu-ibu hamil di Kabupaten Musi Rawas agar bisa mampu bersaing," ungkapnya.
Menurutnya, saat ini perempuan sudah sama dengan laki-laki, untuk itu kedepan ibu-ibu di Musi Rawas jangan takut untuk bekarya. Untuk tahap awal ia akan melihat potensi ibu-ibu di 14 Desa di Kabupaten Musi Rawas.
"Kalau bisanya kesenian atau membatik maka akan langsung kita didorong. Apa pun yang mereka ajukan asalkan untuk kesejahteraan dirinya dan keluarga serta memajukan Musi Rawas akan kita dukung," ujarnya.
Baca juga: Tupai Biang Keladi Pemadaman di Lubuklinggau, Ini Penjelasan PLN
Kemudian dari segi hukum kedepan, dalam pemerintahan Musi Rawas ia akan mendorong terbentuknya sebuah lembaga bantuan hukum khusus yang menangani masalah ibu-ibu yang mengalami korban kekerasan dalam rumah tangga.