Berita Lubuklinggau

Tupai Biang Keladi Pemadaman di Lubuklinggau, Ini Penjelasan PLN

Binatang tupai disebut menjadi salah satu gangguan utama sistem kelistrikan di wilayah Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) setahun terakhir.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Istimewa
Seorang Petugas PLN menunjukkan Binatang tupai disebut menjadi salah satu gangguan utama sistem kelistrikan di wilayah Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Binatang tupai disebut menjadi salah satu gangguan utama sistem kelistrikan di wilayah Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel) setahun terakhir.

Dari seluruh gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman PLN unit layanan pelanggan (ULP) Lubuklinggau, 60 persennya di dominasi akibat gangguan tupai.

Kepala ULP Lubuklinggau, Dairobi mengatakan sebagai antisipasi gangguan PLN telah memasang alat pelindung tupai (aptup) namun upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil.

Baca juga: Wako Lubuklinggau Minta Timsel Jaring Calon Direktur PDAM TBS Yang Bisa Berikan Pelayanan Terbaik

Sebab masih menimbulkan celah tupai bisa melewatinya, karena saat tupai itu melintas dari tiang merambat ke SUTM, kadang ekornya masih menyentuh jaringan.

"Ketika tangannya sudah menggapai buntutnya masih ada di tiang kita, sehingga jaringan langsung ngetrip dan tupainya bisa langsung mati," ungkapnya pada wartawan, Selasa (16/2/2021).

Ia mencontohkan saat malam tahun baru 2019 lalu saat petugas tengah stand by di GH Lapangan Merdeka Masjid Agung tiba-tiba dikejutkan tupai jatuh didepan petugas dan listrik langsung padam.

"Selain tupai kadang pernah ada juga kukang, termasuk juga pemadaman disebabkan oleh hewan liar monyet, tapi untuk kukang dengan monyet ini hanya sedikit," ujarnya.

Ia menuturkan, selama musim hujan ini PLN ULP Lubuklinggau tetap mengupayakan petugas selalu siaga melakukan penanganan 24 jam dan siap dipanggil bila ada gangguan.

"Untuk wilayah yang sangat krusial yakni Muratara karena jarak yang begitu panjang hingga mencapai 75 Km, akibatnya masih banyak tanam tumbuh yang belum dibereskan hingga saat ini," ungkapnya

Ia pun memohon maaf sebab dalam membereskan tanam tumbuh ini PLN terpaksa harus mengatur jadwal pemadaman, agar penebangan pohon tidak menimbulkan resiko yang diinginkan bagi petugas.

Baca juga: 17 Ribu Warga Kota Lubuklinggau Masuk Dalam Kategori Warga Miskin

Untuk Kota Lubuklinggau yang paling rawan ada diwilayah Air Kati karena banyak pohon tinggi melebihi jaringan, sehingga bila terjadi hujan angin satu ranting saja jatuh maka langsung menimbulkan gangguan.

"Potensi dampakya bisa memadamkan seluruhnya (Air Kati), kecuali wilayah Watervang hingga masjid Agung walaupun cuaca buruk tetap aman, karena hampir tidak ada tanam tumbuh," ujarnya.

Ia pun mengimbau, kepada masyarakat bila ada kendala  pemadaman, saat ini ada aplikasi PLN Mobile. Masyarakat tinggal donwload aplikasi ini di play store, lalu silahkan login memasukkan email dan Id pelangan.

"Dalam PLN mobile ini ada layanannya seperti history pembelian token dan layanan catat meter dan pengaduan. Untuk pengaduan langsung saja klik pilih gangguan jenis apa, kita pilih klik oke, akan masuk sendiri, lalu petugas datang," ungkapnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved