Berita OKU Selatan
Geger Di Depan Kantor BPKAD OKU Selatan, Suami Pemilik Warung Nasi Aniaya Oknum LSM Pakai Parang
Puluhan pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab OKU Selatan digegerkan dengan penganiayaan berdarah di depan kantornya.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Puluhan pegawai geger mendapati korban penganiyaan bersimbah darah didepan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab OKU Selatan Senin (15/2) sekira pukul 13.00 WIB.
Korban yang mengalami luka serius tepat dibagian wajah adalah Kudus (57) seorang oknum LSM Wahana Aspirasi Masyarakat (WAS) yang dibacok oleh pelaku Andi Trio Santoso (33) warga Desa Pelangki Kecamatan Muaradua pemilik warung makan didepan Kantor BPKAD.
Dihimpun Sripoku.com, peristiwa berdarah tersebut dilatari belakangi dugaan kecemburuan.
Diketahui korban yang sedang mengopi di warung nasi pelaku, sempat menggoda istri pelaku saat hendak pergi membayar pesanan kopi.
Baca juga: Pemuda Asal OKU Selatan Diajak Keliling Dua Pria Lalu Ditodong di Taman Skateboard Palembang
Peristiwa berawal saat korban Kudus bersama dua orang rekannya Haris dan Mat Rudin, korban yang membayar pesanan kopi terakhir di sempat menggoda istri pelaku Isna (47) yang sempat didengar oleh pelaku Andi.
Tersinggung, pelaku yang baru membina rumah tangga selama 3 bulan yang berada didalam rumah menuju warung nasi membawa parang untuk memotong daging langsung menyerang korban dengan membacok tepat kearah wajah.
Korban yang diserang tiba-tiba dengan senjata tajam panik, terkena bacokan luka diwajah yang berlumur darah korban yang nyawanya terancam sempat menyelamatkan diri masuk ke gerbang perkantoran BPKAD OKU Selatan beruntung pelaku tak melakukan pengejaran.
Alhasil, puluhan pegawai yang berdinas di Kantor tersebut histeris ketakutan mendapati pemandangan mengerikan. Sebelum akhirnya pihak kepolisian dan bantuan medis ambulance tiba dilokasi.
Salah seorang rekan korban Haris menuturkan ia sempat melihat korban diserang menggunakan senjata parang, sambil berteriak menghindar berupaya menyelamatkan diri.
"Saya lihat dia (korban) jatuh sambil berteriak 'mati aku', berhubung saya bukan orang kebal dari pada saya mati lebih baik menyelamatkan diri,"ujarnya.
Baca juga: Kawanan Gajah Mengamuk di OKU Selatan, Robohkan Pondok-pondok Warga
Terpisah Kapolres OKU Selatan AKPB Zulkarnain Harahap SIK melalui AKP Apromico SIK, MH membenarkan korban penganiayaan diwarung nasi depan Kantor BPKAD.
"Ya, kasus penganiayaan dugaan sementara dilatari motif kesalahpahaman, tersangka telah kita amankan sementara korban telah dibawa kerumah sakit,"ujar Apromico, Senin (15/2) dilokasi.
Perihal perkara ini, Apromico menyebut pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait motif penganiyaan melalui keterangan tersangka dan para saksi di TKP bersama barang bukti sebuah senjata parang dan sepatu.
Sehubungan dengan hal itu setelah banyak warga berdatangan pihaknya mengamankan TKP memasang police line.
"Lokasi TKP telah kita amankan dan memasang police line dan mengamankan tersangka,"pungkas Apromico.