Berita Selebriti

Permintaan Jokowi Minta Dikritik Dianggap Jebakan Batman, Adi Prayitno Singgung Kasus Novel Baswedan

Dosen Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno buka suara soal imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Editor: Moch Krisna
Youtube/Apa Kabar Indonesia tvOne
Analis Politik, Adi Prayitno mengungkapkan pandangannya terkait imbauan Presiden Joko Widodo agar masyarakat aktif mengkritik pemerintah. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Dosen Komunikasi Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno buka suara soal imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Adi Prayitno menganggap, imbauan agar masyarakat aktif mengkritik pemerintah seolah jebakan belaka.

Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube tvOneNews, Jumat (12/2/2021).

Adi meluapkan keraguannya bahwa warga bisa benar-benar bebas mengkritik pemerintah.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung nama Penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

"Orang disuruh kritik, disuruh protes tapi tiba-tiba akunnya diretas, WhatsApp-nya disusupi," kata dia.

"Kemudian dilaporkan untuk hal yang enggak penting. Siapa yang bisa menjamin kalau tidak ada yang menangkap?"

"Ini Novel Baswedan loh, sehari setelah melakukan kritik terhadap Ustaz Maaher itu tiba-tiba dia dilaporkan."

Karena itu, ia menyebut imbauan Jokowi itu seolah hanyalah sebuah jebakan.

Lebih lanjut, Adi menyinggung sejumlah pengkritik pemerintah yang berakhir dipolisikan.

"Apa enggak ngeri ini hidup? Itu yang saya sebut jangan sampai ini jadi jebakan batman."

"Orang disuruh kritik, disuruh protes, tiba-tiba ada yang laporin."

Menurut Adi, Jokowi juga perlu menertibkan buzzer terlebih dahulu.

Terkait hal itu, ia lantas menyinggung kasus yang menyeret nama Permadi Arya alias Abu Janda.

"Yang begitu mestinya ditertibin, termasuk juga buzzer-buzzer yang terlihat pro pemerintah," terangnya.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved