Sosok Sumani Pembunuh Dalang Ki Anom Subekti Sekeluarga, Ditangkap Sedang Sakit

Sosok Sumani Pembunuh Dalang Ki Anom Subekti Sekeluarga, Ditangkap Sedang Sakit

istimewa/kompas.com
Dalang Ki Anom Subekti yang dibunuh bersama istri, anak dan cucunya di Rembang, Jawa Tengah. Berikut profil dan biodatanya. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Polisi mengungkap pembunuh dalam Ki Anom sekeluarga

Polisi akhirnya menangkap terduga pelaku pembunuhan terhadap tokoh dalang dan seniman Rembang, Ki Anom Subekti sekeluarga.

Pelaku adalah seorang pria bernama Sumani.

Dia ditangkap polisi di kediamannya di Desa Pragu, Kecamatan Sulang, Rembang. 

Lutfi menambahkan, pihaknya belum mengetahui motif pelaku membunuh satu keluarga ini.

"Tersangka belum bisa dimintai keterangan dikarenakan sakit," katanya.

Sejauh ini pihaknya telah memeriksa sebanyak 16 orang saksi dalam kasus tersebut.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa ponsel, sebuah sabit, gelang perak, jarum emas, cincin emas, anting, buku rekening, hingga sepeda motor.

Misteri Motif Pelaku

Kematian Dalang Anom Subekti (60) mengejutkan orang-orang terdekatnya.

Diberitakan sebelumnya, Ki Anom Subekti ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya.

Ia ditemukan sudah tak bernyawa bersama tiga anggota keluarganya yang lain.

Puji Darsono (46) alias Ki Dalang Gondrong Al-Frustasiah masih terkejut atas tewasnya senior sekaligus gurunya di dunia kesenian tradisional itu.

Anom Subekti bersama tiga anggota keluarganya ditemukan tewas di kediamannya, Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, Kamis (4/2/2021) sekira pukul 06.30 WIB.

Tiga anggota keluarga yang juga ditemukan tewas bersamanya ialah istrinya, Tri Purwati (50); putrinya, AS (13); dan cucunya, GLK (11).

Mereka tewas dengan luka lebam dan pendarahan di area kepala.

10 Undangan Akikah/Aqiqah Online Sopan dan Singkat Untuk Dikirim Lewat Medsos, WhatsApp atau SMS

Apa Arti Buzzer? Akun Buzzer Sedang Ramai Dibahas di Media Sosial, Ini Ciri dan Fungsinya

Hasil autopsi dari Tim Forensik Polda Jateng menunjukkan bahwa mereka berempat dihantam benda tumpul berulang kali saat masih tidur.

Mereka diperkirakan dibunuh pada tengah malam.

Ki Dalang Gondrong tak menyangka sesepuhnya di Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dan Dewan Kesenian Rembang itu tewas secara mengenaskan.

Puji Darsono (46) alias Ki Dalang Gondrong Al-Frustasiah saat ditemui di kediamannya, Kamis (4/2/2021). (TRIBUNJATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL)
Puji Darsono (46) alias Ki Dalang Gondrong Al-Frustasiah saat ditemui di kediamannya, Kamis (4/2/2021). (TRIBUNJATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL)

Sebab, ia menilai sosok Anom Subekti sebagai orang tua yang ramah dan baik pada siapa pun.

“Bagi saya beliau adalah sahabat, guru, sekaligus orang tua saya,” ucap dia ketika ditemui Tribunjateng.com di kediamannya yang berada di Pancur, Rembang, Kamis (4/2/2021) malam.

Ki Gondrong mengaku mengenal Anom Subekti sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.

“Waktu itu saya belajar mendalang di Karangturi, Lasem.

Beliau salah satu tutornya,” ucap Ketua Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya ini.

Ia mengenal sosok almarhum sebagai sosok seniman serba bisa.

Menurutnya, almarhum menguasai berbagai kesenian tradisional, di antaranya dalang wayang kulit, wayang wong, hingga ketoprak.

Selain aktif berkesenian, almarhum Anom Subekti juga pernah berdinas di Departemen Penerangan, pada era Presiden Soeharto.

"Beliau juga pedagang. Main gamelan bisa, bikin dan jual gamelan juga bisa.

Gamelan yang saya pakai juga dari beliau," jelas Ki Gondrong.

Ia menyebut, almarhum juga sangat aktif berorganisasi, selaim di Dewan Kesenian dan Pepadi Rembang, almarhum juga bergiat di Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia (Ganasidi).

Ia juga bersaksi bahwa almarhum merupakan sosok yang sangat baik dan suka memotivasi para seniman muda.

“Sebelum saya diterima masyarakat Rembang, atau boleh dikatakan mulai laris sebagai dalang, beliau satu-satunya yang mendukung saya.

Beliau bilang, jangan minder ke rekan seprofesi yang sudah lebih bagus dan menonjol.

Tetap semangat karena rezeki Tuhan yang mengatur.

Saya rasa sikap beliau ke seniman muda lain juga begitu," ungkap dia.

Ia menyebut, Anom Subekti juga memperhatikan regenerasi seniman tradisional.

Putranya yang bernama Danang ia didik menjadi dalang profesional juga.

Selain itu, di padepokannya ia juga mengajari anak-anak seni pedalangan dan karawitan.

Ki Gondrong tak habis pikir apa motif pelaku yang tega membunuh Anom Subekti beserta istri, anak, dan cucunya.

Suasana rumah duka di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, tempat ditemukan tewasnya keluarga dalang Ki Anom Subekti, Kamis (4/2/2021).
Suasana rumah duka di Padepokan Seni Ongkojoyo, Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, tempat ditemukan tewasnya keluarga dalang Ki Anom Subekti, Kamis (4/2/2021). (Kolase (Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal dan Kompas.com/Aria Rusta Yuli Pradana))

“Sampai sekarang saya masih terkejut, apa kira-kira motif pelaku.

Beliau orang yang dekat dengan semua orang, dan sangat dermawan,” tutur dia.

Mengenai kedermawanan almarhum, Ki Gondrong punya beberapa cerita.

Satu di antaranya ialah, di awal karir mendalangnya dulu, ia pernah dipersilakan memakai gamelan dan perlengkapan pertunjukan wayang milik almarhum tanpa harus membayar biaya sewa.

"Dulu tahun 90-an sebelum reformasi, saya mulai sering tampil mendalang.

Waktu tarif nanggap saya cuma Rp 600 ribu sudah komplit berikut segala peralatan dan krunya.

Saya lihat gamelan punya Pak Bekti dan ingin memakainya.

Pak Bekti lalu tanya, saya jawab bahwa saya tidak mampu menyewanya karena tarif nanggap saya kecil.

Tapi saya dipersilakan pakai tanpa perlu bayar sewa, saya cuma diminta mengupah tenaga yang menata peralatan gamelan," terang ki Gondrong.

Ia menambahkan, dirinya juga pernah membeli peralatan gamelan dari almarhum, namun uangnya masih kurang.

Namun almarhum tidak mempermasalahkannya.

"Silakan tanya ke seniman lain, saya yakin semua punya kesan sama pada almarhum.

Makanya saya kaget, motif pelaku apa, padahal Pak Bekti orang baik.

Lebih kagetnya lagi, kenapa istri, anak, dan cucunya ikut dibunuh," tandas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga Seniman di Rembang"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved