Sosok Sumani Pembunuh Dalang Ki Anom Subekti Sekeluarga, Ditangkap Sedang Sakit
Sosok Sumani Pembunuh Dalang Ki Anom Subekti Sekeluarga, Ditangkap Sedang Sakit
Mereka tewas dengan luka lebam dan pendarahan di area kepala.
• 10 Undangan Akikah/Aqiqah Online Sopan dan Singkat Untuk Dikirim Lewat Medsos, WhatsApp atau SMS
• Apa Arti Buzzer? Akun Buzzer Sedang Ramai Dibahas di Media Sosial, Ini Ciri dan Fungsinya
Hasil autopsi dari Tim Forensik Polda Jateng menunjukkan bahwa mereka berempat dihantam benda tumpul berulang kali saat masih tidur.
Mereka diperkirakan dibunuh pada tengah malam.
Ki Dalang Gondrong tak menyangka sesepuhnya di Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dan Dewan Kesenian Rembang itu tewas secara mengenaskan.

Sebab, ia menilai sosok Anom Subekti sebagai orang tua yang ramah dan baik pada siapa pun.
“Bagi saya beliau adalah sahabat, guru, sekaligus orang tua saya,” ucap dia ketika ditemui Tribunjateng.com di kediamannya yang berada di Pancur, Rembang, Kamis (4/2/2021) malam.
Ki Gondrong mengaku mengenal Anom Subekti sejak dirinya masih duduk di bangku SMP.
“Waktu itu saya belajar mendalang di Karangturi, Lasem.
Beliau salah satu tutornya,” ucap Ketua Yayasan Lasem Kota Cagar Budaya ini.
Ia mengenal sosok almarhum sebagai sosok seniman serba bisa.
Menurutnya, almarhum menguasai berbagai kesenian tradisional, di antaranya dalang wayang kulit, wayang wong, hingga ketoprak.
Selain aktif berkesenian, almarhum Anom Subekti juga pernah berdinas di Departemen Penerangan, pada era Presiden Soeharto.
"Beliau juga pedagang. Main gamelan bisa, bikin dan jual gamelan juga bisa.
Gamelan yang saya pakai juga dari beliau," jelas Ki Gondrong.
Ia menyebut, almarhum juga sangat aktif berorganisasi, selaim di Dewan Kesenian dan Pepadi Rembang, almarhum juga bergiat di Lembaga Pembina Seni Pedalangan Indonesia (Ganasidi).