Makna Memberi Angpao saat Imlek, Mengapa yang Lajang Selalu Diberi oleh yang Sudah Menikah
Dengan memberi uang Tahun Baru, para penatua mengharapkan tahun keberuntungan dan berkah pada anak-anak.
Uang tersebut selanjutnya disebut Yasui Qian, Aksara Sui yang digunakan bukan berarti roh jahat melainkan usia tua.
Tradisi memberikan Yasui Qian ini ada dua cara.
Pertama, mengikat koin dengan tali berwarna-warni kemudia meletakkanya dibawah kaki-kaki ranjang dimana anak tidur.
Kedua, Memasukkan uang ke dalam amplop yang berwarna merah dan memberikannya kepada anak-anak kecil/ muda-mudi saat mereka datang ataupun kepala keluarga memberikannya pada malam Tahun Baru Imlek dengan cara menyeelipkannya dibawah bantal saat anak-anak mereka sedang tidur.
Tapi semakin berkembangnya jaman, cara kedua yang paling banyak digunakan, yakni dengan memasukkan uang ke dalam amplop atau kantong merah yang disebut dengan Angpao dan memberikannya saat anak-anak datang mengucapkan ucapan Tahun Baru Imlek.
Selain warnanya yang merah, motif pada angpao pun biasanya disesuaikan dengan shio tahun tersebut saat perayaan Imlek.
Motifnya seolah tidak bisa sembarangan misalnya saja tahun ini adalah tahun kerbau, maka motif di angpao juga akan menggunakan gambar seekor kerbau.
Dikutip dari Wikipedia, dalam pemberian amplop juga tidak bisa sembarangan.
Untuk perhelatan yang bersifat sukacita biasanya besarnya dalam angka genap, dan angka ganjil untuk kematian.
Dan biasanya masyarakat melarang anak-anak untuk membuka angpao pada saat masih berkumpul bersama-sama supaya tidak ada kecanggungan di anatara para pemberi angpao.
Misalnya karena jumlah uang yang diberikan berbeda.
Meskipun sekarang sudah berada di era digital dan berevolusi, Kebiasaan orang Cina ini masih menajadi tradisi dan Angpao tetap bertahan. (Erland Roy)