Makna Memberi Angpao saat Imlek, Mengapa yang Lajang Selalu Diberi oleh yang Sudah Menikah
Dengan memberi uang Tahun Baru, para penatua mengharapkan tahun keberuntungan dan berkah pada anak-anak.
TRIBUNSUMSEL.COM - Perayaan Imlek tahun 2021 jatuh pada Jumat (11/2/2021).
Dalam tradisi Imlek, bagi-bagi angpao seolah 'wajib' dilakukan saat perayaan Imlek.
Tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa tersebut merupakan tradisi yang cukup dinantikan oleh anak-anak saat imlek.
Tak sembarang, ada makna dibalik dibaginya angpao di hari perayaan Imlek.
Kata Angpao sendiri berasal dari bahasa Cina yaitu Hong Bao.
Dilansir dari Chinese New Year, Hong Bao artinya saku merah, paket merah atau amplop merah.
Uang dalam amplop merah disebut ya sui qian yang artinya uang untuk melabuhkan tahun.
Bisa disebut juga uang keberuntungan atau uang Tahun Baru.
Dengan memberi uang Tahun Baru, para penatua mengharapkan tahun keberuntungan dan berkah pada anak-anak.
Selain itu si kecil pun bisa dididik untuk belajar menabung agar membentuk perilaku bijaksana dalam hal keuangan.
Serta memperkenalkan, mengajarkan nilai serta manfaat uang yang di dapatkan dari angpao Imlek.
• Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah dan Kuning ? Berikut Penjelasannya

Di beberapa daerah di Cina, pasangan yang sudah menikah akan memberikan angpao pada teman-teman yang belum menikah untuk menularkan keberuntungan.
Dilansir dari Wikipedia, sejarah Angpao awalnya pada masa Dinasti Qin di China, orang-orang tua biasa mengikat uang koin dengan benang merah.
Uang itu disebut Yasui Qian yang berarti uang pengusir roh jahat, dipercaya dapat melindungi orang-orang tua dari penyakit dan kematian.
Yasui Qian kemudian digantikan amplop merah semenjak bangsa China menemukan metode printing.