Berita Palembang
Kisah Endang Relawan Kesehatan, Gagal Jadi Kowad dan Polwan, Abdikan Diri Cari Pasien Tidak Mampu
Endang mulai ikut menjadi relawan kesehatan di Yayasan Umi Romlah. Ia bertugas untuk mencari pasien yang kurang mampu untuk dioperasi.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pernah bercita-cita jadi seorang Komando Wanita (Kowad) dan Polisi Wanita (Polwan), namun cita-cita itu kandas setelah mengikuti tes beberapa kali tidak lolos.
Endang, mengaku usai tak lolos menjadi Kowad ataupun Polwan, ia memutuskan untuk bekerja di perusahaan. Cukup lama, ia bekerja sebagai staf di perusahaan. Namun, ia tidak sejalan dengan perusahaan di tempatnya bekerja.
"Saat itu, saya berpikir bagaimana bisa bermanfaat untuk orang banyak. Makanya, ada Yayasan Umi Romlah yang didirikan dr Iqmal Ferlianta SpBp RE. Dari situ saya mulai ikut bergabung," katanya saat ditemui, Senin (1/2/2021).
Dari situ, Endang mulai ikut menjadi relawan kesehatan di Yayasan Umi Romlah. Ia bertugas untuk mencari pasien yang kurang mampu untuk dioperasi.
Awalnya, Yayasan Umi Romlah hanya mencari pasien yang mengalami bibir sumbing dan langit-langit sumbing. Lumayan banyak ia menjemput pasien yang nantinya untuk di operasi melalui Yayasan Umi Romlah.
Seiring berjalannya waktu, Endang menikmati pekerjaan sebagai relawan kesehatan. Tak hanya di Palembang, bahkan Endang sampai keluar kota untuk menjemput calon pasien yang akan di operasi.
"Banyak suka dukanya. Sukanya, bisa banyak kenal orang dan juga bertambah keluarga. Dukanya, ketika mau menjemput pasien yang rumahnya berada di pelosok dan jalannya rusak, itu terkadang jadi tantangan tersendiri," ungkapnya.
Sekarang, Yayasan Umi Romlah tak hanya mencari pasien yang mengalami bibir sumbing dan juga langit-langit sumbing. Berbagai penyakit dan kelainan yang dialami sudah mulai banyak dijemputnya untuk dilakukan pertolongan medis.
Hampir seluruh wilayah Sumsel ia jelajahi, hanya untuk menjemput pasien yang akan dioperasi atau dilakukan tindakan medis. Terbilang, sudah cukup banyak pasien yang dijemput dan dibawanya melalui Yayasan Umi Romlah untuk dioperasi.
"Rata-rata pasien ini berasal dari keluarga yang kurang mampu. Terkadang miris melihat mereka, ketika curhat kepada saya. Makanya, saya arahkan selama berada di Palembang menginap di rumah Singgah Umi Romlah," ungkapnya.
Endang mengaku, ia mengaku banyak mendapat hikmah dan pelajaran hidup sebagai relawan kesehatan. Terlebih, sang suami mendukung apa yang dilakukannya.
Hal tersebut, membuatnya semakin kuat untuk terus menjadi relawan kesehatan. Meski tanpa gaji, ia merasa senang dan bahagia bila melihat pasien yang dibawa bisa sembuh dan hidup normal seperti orang kebanyakan.
Selain itu, ia mengaku senang bisa mendapatkan banyak keluarga baru. Ia tidak perlu lagi mencari pasien. Karena, pasien-pasien yang datang kepadanya saat ini, semuanya berasal dari mulut ke mulut pasien yang sudah pernah menjalani operasi.
"Dulu, anak-anak sering mengeluh, karena sering saya tinggal keluar kota untuk menjemput pasien. Sekarang anak-anak sudah besar, masih ada satu perempuan yang masih kecil tetapi ia tidak rewel dan tahu kalau saya mau keluar kota. Jadi tinggal sama kakak-kakaknya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/endang-relawan-kesehatan-yayasan-ummi-romlah-bersama-calon-pasien.jpg)