Hj Sumarni Ahmad Yani Balon Kuat Wabup Muaraenim, PKB Buka Suara

PKB akhirya buka suara terkait balon wabup Muaraenim Hj Sumarni. Sebelumnya sudah ada Partai Demokrat yang pasti mengusulkan dan Hanura.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Ketua DPW PKB Sumsel Drs Ramlan Holdan. PKB Buka suara terkait pencalonan Hj Sumarni Ahmad Yani sebagai Balon Wagub Muaraenim mendampingi Bupati Juarsah 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) provinsi Sumsel mengungkapkan, pihaknya hingga saat ini belum menerima dan menjaring nama- nama, yang akam disodorkan untuk menjadi Bakal Calon (Balon) Wakil Bupati Muara Enim, yang saat ini kosong.

PKB sendiri bersama dua partai politik lainnya yaitu Demokrat dan Hanura, merupakan partai yang berhak mengusulkan nama balon wabup Muara Enim yang ditinggal Juarsah karena naik jadi Bupati defintif, karena di Pilkada 2018 lalu mengusung Ahmad Yani dan Juarasah.

"Untuk pengisihan wakil Bupati Muara Enim, kita lihat dulu proses di DPRD setempat, karena saya sudah minta jajaran kita disana untuk meminta laporan sejauh mana proses pendirian pansus (Panitia khusus) tata tertib (tatib) pemilihannya nanti," kata ketua DPW PKB Sumsel Ramlan Holdan, Senin (25/1/2021).

Menurut Ramlan, saat ini ada perubahan aturan secara signifikan, jika dulu kepala Daerah (Gubernur/ Bupati / Walikota) berhak mengumumkan dua nama ke DPRD untuk dipilih. Tapi saat ini harus ada kesepakatan antar partai politik pengusung yang ada (PKB, Demokrat dan Hanura).

"Seperti sekarang harus ada kesepakatan antar tiga parpol pengusung melalui berita acara, dan Bupati tidqk ikut campur. Kalau tidak sepakat, maka posisi wakil Bupati tidak diisi, misal PKB ngotot nama tertentu termasuk Demokrat dan Hanura maka tidak berjalan, tetapi kalau sepakat bisa diteruskan untuk pemilihan oleh DPRD," jelasnya.

Balon Wabup Muaraenim Mengerucut ke Istri Ahmad Yani, Demokrat Sudah, Hanura Tak Menutup Kemungkinan

Ditambahkan mantan anggota DPRD Sumsel ini, dikarenakan saat ini Pansus belum terbentuk, pihaknya belum bisa memastikam nantinya akan dilaksanakan proses pemilihan DPRD.

"Jadi masih panjanglah prosesnya, dan kita masih melihat tatibnya maupun aturam- aturan yang berlaku. Yang pasti gambarannya akan ada lobi- lobi antar partai pengusung, mengingat semua harus dilakukan secara musyawarah," capnya.

Disinggung nama- nama yang beredar saat ini, baik dari kader PKB maupun istri dari Ahmad Yani yaitu Hj Sumarni, Ramlan mengaku hingga saat ini pihaknya belum ada laporan secara resmi dari DPC PKB Muara Enim, sebelum dimintakan persetujuan ke DPP.

"Dari beberapa nama kader memang ada dari PKB baik pengurus maupun yang duduk di DPRD serta kalangan NU santer, tapi karena kita mencari pemimpin (wabup) terbaik untuk masyarakat Muara Enim maka harus ada kesepakatan bersama. Saya dengar salah satunya Hj Sumarni ikut," tuturnya.

Dilanjutkan Ramlan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika nantinya istri dari Ahmad Yani yang akan diusulkan, mengingat proses pemilihan akhir ada di DPRD Muara Enim.

"Saya rasa, sepanjang aturan membolehkan hal itu tidak masalah, karena ini juga menyangkut hak asasi manusia. Lain halnya aturan undang- undang tidak membolehkan, baru turunannya lagi pantas atau tidak, beretika atau tidak.

Tapi kalau masyarakat Muara Enim pada akhirnya menginginkan beliau (Hj Sumarni) hal itu tidak masalah dan DPRD akan menentukan sikap," pungkasnya.

Sekedar informasi, peta politik perebutan kursi bakal calon Wakil Bupati Muara Enim pengganti antar waktu (PAW) periode 2019-2024 mulai bergulir.

Sedikitnya sudah ada empat nama yang muncul dan diisukan akan diusulkan ke Bupati Muara Enim oleh partai politik pengusung yakni Demokrat, PKB dan Hanura saat pencalonan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM - H Juarsah SH.

Empat nama yang digadang-gadang akan bersaing memperebutkan kursi Cawabup Muara Enim yakni Hj Sumarni Ahmad Yani dari Partai Demokrat,

lalu beredar informasi Hj Sumarni Ahmad Yani dan Novriadi, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan dua nama dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) merebak isu Hj Sumarni.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved