Sinetron Ikatan Cinta RCTI
Baca Rangkuman Ikatan Cinta Episode 133-134 : Angga dan Michelle Jebak Andin & Aldebaran di Rooftop
Rangkuman Eps 133-134 Ikatan Cinta RCTI: Rafael itu senior Andin dan dosen; Angga dan Michelle menjebak Aldebaran dan Andin dengan 'pesta ulang tahun'
Mirna senang melihat Uya yang melamar Kiki. Uya tetap yakin. Bukan juga milik Rosa. Mereka tak tahu itu punya Rendy.
Ada Andin yang dijemput sopir dan diantar oleh Sarah. Sarah merasa terkejut dengan fasiltas kampus. Andin mau bersiap pergi lagi.
Sarah mau menghubungi Surya yang tak menjawab karena menganggap sibuk pertemuan. Lalu Andin mencari Sarah dan ada telepon dari Elsa. Elsa selesai berbicara dengan Karina dan mengatakan Rosa tak tahu Andin yang membunuh Roy. Jika tahu, rumah tangga Andin akan berantakan karena Rosa sangat menyayangi Roy.
Elsa ketakutan dan ternyata Andin menjawab, itu lebih mengagetkan Elsa. Mujur bagi Elsa hampir keceplosan. Andin bertanya lebih jauh dan alasan menelepon lebih dulu kepada Andin. Elsa tak mau memberitahukan agar Andin tak kuatir.
Kemudian, Elsa meminta Andin tak bersedih dan masih ada harapan. Asalkan Aldebaran melepaskan dendamnya. Elsa tak mau menyampaikan kepada Andin, sebab hampir ketahuan mengatakan Elsa yang membunuh Roy.
Ini kabar buruk ke sekian untuk Andin. Rosa tak tahu soal kasus Andin dulu. Bagi Andin, Rosa sudah berbuat sangat baik dan peduli kepadanya. Andin jadi cemas jika tahu, akankah berubah jadi benci dan dendam.
Andin tahu bukan dia pelakunya, tapi tidak ada bukti yang melepaskan tuduhan yang selalu menjeratnya.
----
Elsa membahas soal Rosa yang tak tahu Andin yang membunuh Roy kepada Karina dan meminta Karina tak menceritakan kepada Rosa. Karina tak mungkin berbohong kepada Rosa karena sudah lama berteman.
Elsa merasa kasihan apalagi rumah tangga Andin terancam dan jika tahu Andin yang membunuh Roy. Karina mengiyakan, apalagi jika Rosa tertekan. Terakhir Elsa meminta Karina tak mau memberitahukan kepada Rosa. Lagipula Al ada alasan tidak menceritakan kepada Rosa.
Di kamar, Nino semakin terpikir dengan ucapan Mirna perihal Andin dan merasa ragu Andin benar-benar tak bersalah.
Tapi pembunuhan itu terjadi di rumah Nino dan hanya ada Andin dan Roy. Nino semakin bertanya siapa pembunuh sebenarnya, jika bukan Andin. Padahal Nino sempat mencari bukti rekaman CCTV. Sayangnya kamera rusak dan tak sempat diperbaiki.
Nino masih bertanya siapa yang dapat membuktikan bahwa Andin bukan pelakunya. Siapa lagi saksi yang ada di tempat kejadian (rumah Nino).
Sarah melihat Andin yang menangis, karena Elsa memberitahu Rosa tak tahu soal kasus Andin yang dulu. Ini yang menyedihkan untuk Andin. Sekaligus mau meminjam anting kepada Sarah karena mau keluar. Sarah pun memilih anting dari Sarah.
Kemudian Andin melihat satu anting yang pernah terlihat. Ternyata itu pasangan dari anting Elsa yang hilang. Anting itu masuk ke dalam koper Andin. Sebenarnya anting itu terlempar ke pijakan kursi penumpang depan mobil Al saat mengendara dan hampir menabrak mobil Elsa.
----
Ternyata itu anting yang mirip dengan koper Andin. Lalu, Sarah menyarankan anting yang sesuai dengan pakaian dan memasangkan ke lubang telinga Andin.
Wajah Sarah berubah sedih saat melihat Andin. Sarah sangat sedih melihat rumah tangga Andin. Andin menenangkan Sarah yang merasa sedih dan mendoakan agar Andin kuat mengalami cobaan. Sarah membenarkan ucapan Surya bahwa Andin itu anak yang kuat dan manusia pilihan Tuhan yang paling kuat serta dapat mengalami semua ini.
Saat tersenyum, hati Andin terluka. Tapi orang sekeliling Andin melihat biasanya. Selain itu Sarah dapat merasakan dan memuji Andin luar biasa. Andin meminta Sarah tidak bersedih karena ada Surya dan Sarah biarpun tak mudah.
Rendy makin panik dengan cincin yang hilang. Dicari di dalam mobil hingga ke kolong. Rendy makin cemas karena Mayang akan marah. Betapa Rendy merasa apes.
Al pun menelepon Rendy untuk mengantarkan berkas di meja karena ada acara. Rendy bertanya kepada orang di rumah Al sebab mengira cincin itu jatuh di sana.
Andin teringat dengan pasangan anting itu dan mencari ke dalam koper Andin. Tapi anting itu tidak ada. Sarah mengambil anting itu dan meminta Elsa menitip untuk menjualnya, tapi lupa.
----
Andin mengira anting itu terjatuh saat membereskan barangnya.
Michelle menghubungi Andin yang menunggu di cafe Pandora.
Angga mendatangi Michelle. Al dan Andin sudah ke sini. Keren. Angga membooking rooftop ini seharian.
Harapan mereka, rencana mereka lancar. Angga meminta Michelle tos tinju lama. Michelle pergi ke depan. Angga makin terkesima dengan senyuman Michelle.
Rendy sudah sampai ke rumah Al mengantarkan berkas Al. Lalu masih mencari cincin tadi ke halaman parkir. Ternyata Uya tahu itu cincin punya Rendy dan menduga akan melamar Kiki.
Uya mencegah Rendy. Berkas akan diserahkan kepada Al. Rendy pulang dan akan berkata jujur.
Uya tak jujur sebab mengira Rendy akan menikungnya.
Michelle sudah menanti Andin di depan dan langsung ke tempat di rooftop. Nanti Michelle akan mengantar pulang. Jadi sopir dari kampus disuruh pulang.
Andin melihat rooftop yang sepi, tapi Michelle mengatakan itu hanya surprise party dan pergi ke toilet.
Di samping itu, Andin melihat di meja ada porsi makanan. Andin merasa aneh dan duduk di meja itu.
Al pun sudah datang. Angga mengajak Al. Melihat keadaan sepi, Angga beralasan dengan usianya tua dan merasa malu. Angga berlakon pergi mengambil ponselnya.
Angga pun pergi bersama Michelle yang menyesal berbohong kepada Andin dan pergi.
Al melihat Andin sedang duduk menunggu di sana.
----
Melihat Al datang dan memanggilnya, Andin langsung pergi dengan membawa rasa kesalnya itu.
Ternyata pintu rooftop dikunci dari luar dan digedor keras oleh Andin.
Andin geram mengira ini rencana Michelle dan Al.
Dan Al pun tak tahu sebab Angga yang mengundangnya.
Andin tahu dengan Al yang menghalalkan segala cara. Al pun mengeras dan meminta Andin menelepon Angga dan Michelle.
Di parkiran, Michelle penasaran dengan Al dan Andin. Kamera cctv diawasi 24 jam. Angga yang tahu mereka bertengkar mengira keadaan sedang canggung dan perlu. Harapan Angga, mereka dapat berbicara baik-baik dan hubungan mereka memulih sebentar.
Andin dan Al menelepon Michelle dan Angga secara bersamaan. Al terdengar kesal dengan rencana Angga untuk menyelesaikan masalah. Angga meminta Al menuntaskan masalah mereka selama tiga jam.
Setelah itu Angga akan memberikan kuncinya, bahkan sampai pagi pun tak masalah. Angga pun mau makan di luar dan berpura-pura sinyalnya jelek.
Giliran Michelle. Michelle meminta maaf karena Andin berbicara menyelesaikan masalah mereka.
Michelle kuatir sebab itu rooftop itu dingin. Angga memastikan untuk mencari tempat makan lain bersama Michelle.
Al seperti kesal dengan Angga sampai ikut campur, tapi mungkin ini kesempatan untuk berbicara dengan Andin.
Andin pun berpikir demikian.
Mereka masih bertatapan, walau muka Andin masih menunjukkan kekesalan. Saat Andin mau berjalan cepat, tumit tinggi sepatunya slip dan hampir terjatuh.
Al pun sigap menangkap Andin. Saling menatap lagilah mereka, seperti berdansa.
"Hati-hati," ungkap Al.
Andin pun bangkit dan harusnya membenci Al, tapi jantungnya berdebar kencang saat menatapnya.
Namun Andin pun setengah berlari meninggalkan Al hanya terdiam dan hanya termangu.
Akankah mereka akan akur serta rencana Michelle dan Angga akan berhasil?
Bersambung pada episode selanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/132-133-ikatan-cinta.jpg)