Sinetron Ikatan Cinta RCTI
Baca Rangkuman Ikatan Cinta Episode 133-134 : Angga dan Michelle Jebak Andin & Aldebaran di Rooftop
Rangkuman Eps 133-134 Ikatan Cinta RCTI: Rafael itu senior Andin dan dosen; Angga dan Michelle menjebak Aldebaran dan Andin dengan 'pesta ulang tahun'
TRIBUNSUMSEL.COM - Pada episode 133-134 Ikatan Cinta RCTI yang tayang Jumat (23/1/2021) malam, Erlangga dan Michelle punya rencana menyatukan Aldebaran dan Andin dengan cara menjebak keduanya dan masing-masing mengundang Aldebaran dan Andin ke 'pesta ulang tahun' itu.
Walau sebenarnya Erlangga (Angga) sedang berulang tahun, mereka meninggalkan Aldebaran dan Andin di roof top yang sudah disewa untuk mereka berdua oleh Angga.
Lalu akankah rencana Angga dan Michi akan berhasil, dan luluhkan hati Andin yang masih diliputi kebencian kepada Aldebaran?
Berikuta rangkuman episode 133-134.
Sebelumnya
Andin merasa dendam Aldebaran terhadap kematian Roy akan membayangi pernikahan mereka.
Runtuhkan bayang-bayang kematian Roy itu terhadap pernikahan Al dan Andin?
Inti Cerita
Sopir itu terlewat dari kampus Universitas Pelita Nusa, jadi Andin turun dan meneruskan dengan berjalan kaki.
Lalu muncul seorang lelaki berkaca hitam dan mengenakan jas coklat.
Andin yang terburu-buru menabrak mahasiswa yang berlari. Kertasnya melayang ke udara, hingga selembar kertas mendarat ke muka lelaki baru itu.
Lelaki itu mengenal Andin, ternyata dia Rafael. Sudah lama tak bertemu karena kuliah S2 dan kerja di Korea. Dia pun kembali ke Tanah Air sebagai pengajar.
Tak terduga, Rafael mengira ini hari terapes Rafael. Andin ingat sebaliknya, malah Rafael yang merepotkannya. Rafael membereskan kertas mengajar Andin.
Saat Andin mau bercerita alasannya dapat bekerja di universitas kepada Rafael, ada Michelle yang mau menemui Andin.
Michelle meminta maaf karena ikut menyembunyikan Roy dari Aldebaran, walau sempat menelepon Andin yang tak aktif. Oh ya, ini strategi Michelle dan Angga, mulailah melancarkan rencananya bersama Angga dengan berpura-pura mengajak Andin menghadiri undangan ulang tahun bersamanya.
Andin heran karena tak terbiasa menghadiri pesta. Untuk meyakinkan, Michelle meminta Andin karena tak punya banyak teman di sini.
Akhirnya menerima dan akan bertemu di Cafe Pandora pukul 19.00. Sekali lagi, Michelle berbohong untuk menolong Rosa agar mempersatukan Andin dengan Al.
Rosa baru saja diantar oleh Rendy, lalu ada pesan dari Mayang agar cincin itu dikasih kepada Kimberly, maksudnya Kiki.
Sembari mengingatkan agar cincin tak hilang, tapi Rendy tak mau membahas itu. Ternyata cincin itu terjatuh, Rendy pun panik hingga membuka jas dan merogohnya.
Aldebaran masih menunggu Reyna lalu datang Rosa yang heran sebab Karina bertanya soal Roy. Padahal, Aldebaran sudah menutupi rapat-rapat kasus itu dari media.
Rosa heran Karina dapat mengetahuinya. Aldebaran akan berpikir Nino mantan suami Andin yang telah menceraikannya saat dipenjarakan.
Aldebaran masih mengalihkan keraguan Rosa soal Roy dan berangkat ke kantor.
Rosa masih ingin seberapa sedih Andin saat Roy tewas. Bahkan menangisinya.
Ternyata Al meminta tolong kepada direktur untuk memberikan fasilitas ponsel, mobil, dan sopir kepada Andin.
Sekretaris sudah menyampaikan kepada Direktur.
Saat Al sudah sampai di kantor, Viktor, Direktur universitas, memberitahukan sudah memberikan fasilitas Andin dan menyamakan dengan Tari, dosen lain agar tak curiga.
Al saat ini menyadari keadaan mereka sedang terpisah, tapi rasa penasaran itu tak hentinya mengikutinya.
Andin pun senang mendapatkan fasilitas itu dan tak menyangka universitas itu memberikan fasilitas.
Ternyata pada ponsel baru itu masih ada pelacaknya, Al masih lebih cerdik.
Lalu, Elsa mendatangi Al untuk berbicara di ruang kerja Al.
Elsa sudah merahasiakan tapi Nino mengatakan semua. Juga belum mengatakan masa lalu Andin dari Rosa. Elsa juga meminta Al masih merahasiakan soal anak Andin yang diserahkan ke panti asuhan.
Al melihat Elsa takut sebab Andin akan membenci seumur hidupnya. Apalagi Surya akan marah besar hingga serangan jantung.
Elsa masih mengancam, akan banyak yang terimbas dengan terbongkarnya rahasia itu. Al masih menjaga rahasia, tapi Elsa meminta Al melupakan dendam atas pembunuhan Roy dan mengungkit kepada siapapun, jika ingin rujuk kepada Andin.
Aneh, Al melihat Elsa berpihak kepada Andin. Sebab jika demikian, Elsa akan dibenci oleh Andin dan Surya.
Angga masih memastikan Al akan datang ke pesta. Michelle hanya senang dan Angga masih meminta Michelle mengucapkan selamat ulang tahun. Dan Michelle pun terlupa karena terlalu memikirkan urusan Al dan Andin.
Michelle menjabat tangan. Angga merasa Michelle sangat kaku. Michelle minta ingat istri Angga. Angga teringat dengan istrinya yang pergi 8 tahun lalu dan akan senang dengan keadannya sekarang yang senang.
Angga semakin penasaran dengan Michi. Sebab Michi masih menolak Angga halus.
Waktu sekolah Reyna sudah selesai. Rosa ikut senang sebab Reyna bertemu dengan Andin dan akan ikut Cooking Class. Rosa mengira besok akan bertemu Andin dan akan membujuk Andin memaafkan Al.
Chandra sudah pulang dari rumah sakit bersama Karina dan Nino. Elsa baru pulang juga karena ada urusan sebentar di luar. Chandra mau beristirahat dulu ke kamar.
Karina tadi bertemu Rosa di rumah sakit dan bingung dengan keadaan Rosa yang tak ada masalah. Harusnya marah atau kesal dengan Andin yang membunuh Roy. Nino mengira Rosa tak tahu. Karina berpikir demikian dan tak terbayang sebab Rosa sangat menyayangi Roy.
Elsa mengira jika Rosa tahu, rumah tangga Al dan Andin akan hancur, dan Nino akan kembali kepada Andin. Elsa tetap tak mau Rosa mendekati Andin lagi, walau sudah berjanji.
Selesai mengajar, hampir Andin menabrak Rafael lagi karena fokus dengan ponselnya, Rafael menawarkan diri mengantar Andin, tapi Andin menolak karena ada yang menjemput.
Rafael mengejek Andin dosen sultan. Andin mengejek balik. Lalu berjalan duluan. Rafael sendiri merasa heran, karena tak mendapat fasiltas serupa dengan Andin.
Mirna bertemu dengan Kiki yang bernada tinggi dan bertanya soal cincin. Bukan punya Mirna. Kiki belum membukanya. Penasarannya terjawab, isinya cincin.
Cincin itu ketemu di bawah kompor. Mirna mengira itu punya Uya. Kiki merasa jijik dan menganggap untuk melamar Kiki. Lebib baik bertanya langsung kepada Uya yang mau minum kopi.
Mirna menarik Kiki kepada Uya. Nada Kiki meninggi untuk bertanya. Uya menganggap itu kode. Kiki bertanya balik. Ternyata bukan Uya. Kiki pun bertanya kepada Rosa.
Mirna senang melihat Uya yang melamar Kiki. Uya tetap yakin. Bukan juga milik Rosa. Mereka tak tahu itu punya Rendy.
Ada Andin yang dijemput sopir dan diantar oleh Sarah. Sarah merasa terkejut dengan fasiltas kampus. Andin mau bersiap pergi lagi.
Sarah mau menghubungi Surya yang tak menjawab karena menganggap sibuk pertemuan. Lalu Andin mencari Sarah dan ada telepon dari Elsa. Elsa selesai berbicara dengan Karina dan mengatakan Rosa tak tahu Andin yang membunuh Roy. Jika tahu, rumah tangga Andin akan berantakan karena Rosa sangat menyayangi Roy.
Elsa ketakutan dan ternyata Andin menjawab, itu lebih mengagetkan Elsa. Mujur bagi Elsa hampir keceplosan. Andin bertanya lebih jauh dan alasan menelepon lebih dulu kepada Andin. Elsa tak mau memberitahukan agar Andin tak kuatir.
Kemudian, Elsa meminta Andin tak bersedih dan masih ada harapan. Asalkan Aldebaran melepaskan dendamnya. Elsa tak mau menyampaikan kepada Andin, sebab hampir ketahuan mengatakan Elsa yang membunuh Roy.
Ini kabar buruk ke sekian untuk Andin. Rosa tak tahu soal kasus Andin dulu. Bagi Andin, Rosa sudah berbuat sangat baik dan peduli kepadanya. Andin jadi cemas jika tahu, akankah berubah jadi benci dan dendam.
Andin tahu bukan dia pelakunya, tapi tidak ada bukti yang melepaskan tuduhan yang selalu menjeratnya.
----
Elsa membahas soal Rosa yang tak tahu Andin yang membunuh Roy kepada Karina dan meminta Karina tak menceritakan kepada Rosa. Karina tak mungkin berbohong kepada Rosa karena sudah lama berteman.
Elsa merasa kasihan apalagi rumah tangga Andin terancam dan jika tahu Andin yang membunuh Roy. Karina mengiyakan, apalagi jika Rosa tertekan. Terakhir Elsa meminta Karina tak mau memberitahukan kepada Rosa. Lagipula Al ada alasan tidak menceritakan kepada Rosa.
Di kamar, Nino semakin terpikir dengan ucapan Mirna perihal Andin dan merasa ragu Andin benar-benar tak bersalah.
Tapi pembunuhan itu terjadi di rumah Nino dan hanya ada Andin dan Roy. Nino semakin bertanya siapa pembunuh sebenarnya, jika bukan Andin. Padahal Nino sempat mencari bukti rekaman CCTV. Sayangnya kamera rusak dan tak sempat diperbaiki.
Nino masih bertanya siapa yang dapat membuktikan bahwa Andin bukan pelakunya. Siapa lagi saksi yang ada di tempat kejadian (rumah Nino).
Sarah melihat Andin yang menangis, karena Elsa memberitahu Rosa tak tahu soal kasus Andin yang dulu. Ini yang menyedihkan untuk Andin. Sekaligus mau meminjam anting kepada Sarah karena mau keluar. Sarah pun memilih anting dari Sarah.
Kemudian Andin melihat satu anting yang pernah terlihat. Ternyata itu pasangan dari anting Elsa yang hilang. Anting itu masuk ke dalam koper Andin. Sebenarnya anting itu terlempar ke pijakan kursi penumpang depan mobil Al saat mengendara dan hampir menabrak mobil Elsa.
----
Ternyata itu anting yang mirip dengan koper Andin. Lalu, Sarah menyarankan anting yang sesuai dengan pakaian dan memasangkan ke lubang telinga Andin.
Wajah Sarah berubah sedih saat melihat Andin. Sarah sangat sedih melihat rumah tangga Andin. Andin menenangkan Sarah yang merasa sedih dan mendoakan agar Andin kuat mengalami cobaan. Sarah membenarkan ucapan Surya bahwa Andin itu anak yang kuat dan manusia pilihan Tuhan yang paling kuat serta dapat mengalami semua ini.
Saat tersenyum, hati Andin terluka. Tapi orang sekeliling Andin melihat biasanya. Selain itu Sarah dapat merasakan dan memuji Andin luar biasa. Andin meminta Sarah tidak bersedih karena ada Surya dan Sarah biarpun tak mudah.
Rendy makin panik dengan cincin yang hilang. Dicari di dalam mobil hingga ke kolong. Rendy makin cemas karena Mayang akan marah. Betapa Rendy merasa apes.
Al pun menelepon Rendy untuk mengantarkan berkas di meja karena ada acara. Rendy bertanya kepada orang di rumah Al sebab mengira cincin itu jatuh di sana.
Andin teringat dengan pasangan anting itu dan mencari ke dalam koper Andin. Tapi anting itu tidak ada. Sarah mengambil anting itu dan meminta Elsa menitip untuk menjualnya, tapi lupa.
----
Andin mengira anting itu terjatuh saat membereskan barangnya.
Michelle menghubungi Andin yang menunggu di cafe Pandora.
Angga mendatangi Michelle. Al dan Andin sudah ke sini. Keren. Angga membooking rooftop ini seharian.
Harapan mereka, rencana mereka lancar. Angga meminta Michelle tos tinju lama. Michelle pergi ke depan. Angga makin terkesima dengan senyuman Michelle.
Rendy sudah sampai ke rumah Al mengantarkan berkas Al. Lalu masih mencari cincin tadi ke halaman parkir. Ternyata Uya tahu itu cincin punya Rendy dan menduga akan melamar Kiki.
Uya mencegah Rendy. Berkas akan diserahkan kepada Al. Rendy pulang dan akan berkata jujur.
Uya tak jujur sebab mengira Rendy akan menikungnya.
Michelle sudah menanti Andin di depan dan langsung ke tempat di rooftop. Nanti Michelle akan mengantar pulang. Jadi sopir dari kampus disuruh pulang.
Andin melihat rooftop yang sepi, tapi Michelle mengatakan itu hanya surprise party dan pergi ke toilet.
Di samping itu, Andin melihat di meja ada porsi makanan. Andin merasa aneh dan duduk di meja itu.
Al pun sudah datang. Angga mengajak Al. Melihat keadaan sepi, Angga beralasan dengan usianya tua dan merasa malu. Angga berlakon pergi mengambil ponselnya.
Angga pun pergi bersama Michelle yang menyesal berbohong kepada Andin dan pergi.
Al melihat Andin sedang duduk menunggu di sana.
----
Melihat Al datang dan memanggilnya, Andin langsung pergi dengan membawa rasa kesalnya itu.
Ternyata pintu rooftop dikunci dari luar dan digedor keras oleh Andin.
Andin geram mengira ini rencana Michelle dan Al.
Dan Al pun tak tahu sebab Angga yang mengundangnya.
Andin tahu dengan Al yang menghalalkan segala cara. Al pun mengeras dan meminta Andin menelepon Angga dan Michelle.
Di parkiran, Michelle penasaran dengan Al dan Andin. Kamera cctv diawasi 24 jam. Angga yang tahu mereka bertengkar mengira keadaan sedang canggung dan perlu. Harapan Angga, mereka dapat berbicara baik-baik dan hubungan mereka memulih sebentar.
Andin dan Al menelepon Michelle dan Angga secara bersamaan. Al terdengar kesal dengan rencana Angga untuk menyelesaikan masalah. Angga meminta Al menuntaskan masalah mereka selama tiga jam.
Setelah itu Angga akan memberikan kuncinya, bahkan sampai pagi pun tak masalah. Angga pun mau makan di luar dan berpura-pura sinyalnya jelek.
Giliran Michelle. Michelle meminta maaf karena Andin berbicara menyelesaikan masalah mereka.
Michelle kuatir sebab itu rooftop itu dingin. Angga memastikan untuk mencari tempat makan lain bersama Michelle.
Al seperti kesal dengan Angga sampai ikut campur, tapi mungkin ini kesempatan untuk berbicara dengan Andin.
Andin pun berpikir demikian.
Mereka masih bertatapan, walau muka Andin masih menunjukkan kekesalan. Saat Andin mau berjalan cepat, tumit tinggi sepatunya slip dan hampir terjatuh.
Al pun sigap menangkap Andin. Saling menatap lagilah mereka, seperti berdansa.
"Hati-hati," ungkap Al.
Andin pun bangkit dan harusnya membenci Al, tapi jantungnya berdebar kencang saat menatapnya.
Namun Andin pun setengah berlari meninggalkan Al hanya terdiam dan hanya termangu.
Akankah mereka akan akur serta rencana Michelle dan Angga akan berhasil?
Bersambung pada episode selanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/132-133-ikatan-cinta.jpg)