Sering Memberi Makan Para Gelandangan, Ternyata Pria ini Adalah Penjual Daging Manusia, Terungkap

Sering Memberi Makan Para Gelandagan, Ternyata Pria ini Adalah Penjual Daging Manusia, Terungkap

Tayang:
Editor: Slamet Teguh
Tasting Table
Ilustrasi daging 

Tidak ada yang curiga

Warga sekitar merasa tidak memiliki alasan untuk mencurigai kekejian Denke.

Pertama, lelaki tua itu tampaknya adalah pria baik hati yang berusaha sebaik mungkin meski kondisi negara sedang suram.

Ia bahkan sempat menghadiri gereja.

Kedua, dampak Perang Dunia I membuat Jerman terguncang.

Daerah di Polandia tempat tinggal Denke berada di bawah kendali Jerman dalam Perang Dunia I dan hiper-inflasi yang tidak terkendali membuat nilai Jerman hampir tidak berharga.

Depresi ekonomi menyebabkan lebih banyak masa-masa sulit.

Denke tidak mampu membeli apa pun dengan uang tunai, jadi dia beralih ke persediaan barang yang gratis pada saat itu.

Alasan itu cukup untuk melihat Denke adalah pribadi yang bekerja keras dan tidak tampak seperti pembunuh.

Ketiga, tidak satu pun warga yang curiga dengan acar toples daging babi tanpa tulang yang dijual Denke.

Mereka terlalu kelaparan untuk menaruh curiga pada barang-barang yang mereka beli.

Kegagalan pertanian menyebabkan kekurangan makanan dalam jumlah besar.

Tidak ada yang mencurigai Denke melakukan kesalahan apa pun hingga 21 Desember 1924.

Saat itulah seorang pria bernama Vincenz Olivier lolos dari Denke dan berteriak minta tolong.

Tetangga lantai atas Denke datang membantunya. Setelah seorang dokter merawat luka Olivier, korban bercerita bahwa ia diserang Denke menggunakan kapak.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved